Padang Panjang– Perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) ISI Padangpanjang telah resmi diumumkan. Para pejabat yang duduk pada struktur-struktur yang ditetapkan pun telah dilantik. Tentu masyarakat akademik dan umum bertanya, apa saja yang berubah di ISI Padang Panjang pasca diterapkannya SOTK baru tersebut.

Kepala Unit Penunjang Akademik Informatika dan Koleksi Seni Budaya Melayu Hafif HR mengatakan, banyak perubahan ke arah yang lebih baik pada struktur dan penamaan organisasi kerja. Salah satunya pada Unit Pelaksana Teknis yang kini berubah nama menjadi Unit Penunjang Akademik. “Saat ini ISI Padangpanjang punya 4 Unit Penunjang Akademik. Organisasi kerja tingkat ini sebelumnya hanya ada 3, berarti bertambah sekarang ,” katanya. 4 Unit Penunjang Akademik itu antara lain Perpustakaan, Informatika dan Koleksi Seni Budaya Melayu, Ajang Gelar dan Pengembangan Karier dan Kewirausahaan.

Struktur kerja pada Unit Penunjang Akademik lebih dirampingkan lagi. “Kalau dulu ada sejumlah jabatan bertingkat. Sekarang dirampingkan jadi 2 saja yakni Kepala dan Kelompok Jabatan Fungsional,” terangnya. Tentang cakupan kerja, juga ada yang mengalami perubahan. Misalnya, yang terdekat adalah Unit Pelaksana Akademis yang dipimpin Hafif sendiri. “Dulu ketika masih Pusindok, konsentrasi kita lebih banyak pada kegiatan-kegiatan kampus dan segala seluk beluk jaringan. Kini dengan penamaan baru kita juga akan bekerja untuk revitalisasi dan pendokumentasian koleksi seni budaya melayu serta pemberian layanan informasi koleksi seni budaya Melayu,” katanya.

Rektor Prof. Novesar Jamarun mengatakan, penyusunan dan penerapan SOTK baru di perguruan tinggi yang ia pimpin sudah sesuai dengan arahan dan aturan dari kementrian. “Tentu kita harus berpedoman pada aturan-aturan dan arahan-arahan kementrian tersebut. Dalam penyesuaian ini sebenarnya juga banyak peluang bagi pengembangan kerja kita di segala lini,” sebutnya. Intinya, kata rektor ISI Padang Panjang siap mewujudkan agenda perubahan ini untuk kemajuan institusi dan pendidikan seni pada umumnya.

“Sejumlah posisi memang diganti dan dirampingkan. Tapi ini tidak akan mempengaruhi semangat kerja. Setiap unit harus tetap menjadi tim yang solid untuk menunjang visi dan misi perguruan tinggi ini. Nanti tinggal lagi menyesuaikan ritme kerja yang baru. Insyaallah, seluruh unsur akan siap menghadapi ini,” kata rektor. SOTK adalah ruh dalam pengelolaan kampus. Artinya, kekuatan kampus bertumpu pada kinerja setiap unsur pada SOTK yang ditetapkan. (rilis)