Pariaman– Festival Ekraf Milenial yang ditutup pada 31 Juli lalu menyentakkan banyak pihak. Kesuksesan Festival itu membuat pemerintah berbagai daerah tertarik untuk menggelar hajat serupa. Pengamat dunia ekonomi kreatif Yandri SSn, MSn mengatakan Festival ini tidak hanya sebagai expo biasa saja. “Kiranya Festival Ekraf Milenial yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kota Pariaman dengan Forum Batajau Seni Piaman tidak dapat kita sebut sebagai ekspo biasa saja. Selain menampilkan produk ekraf Pariaman, juga turutb menghadirkan produk ekraf Kabupaten/Kota lainnya. Disini kita melihat Kota Pariaman semakin terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan daerah lain. Nah, ini adalah kunci dimana ada kesadaran dari sebuah Kota untuk saling bergandengan dengan daerah lain untuk secara bersama-sama membangun ekraf di Sumbar,” katanya.

Lebih dari itu, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ini juga menilai, kehadiran sejumlah buyer dan pihak perguruan tinggi semakin meningkatkan motivasi parap elaku ekraf untuk membuka diri, mencari jejaring dan saling menguatkan. “Dunia ekraf tidak akan berkembang bila jalan sendiri. Pasar harus dirangkul. Demikian juga kalangan akademis. Dan itu sudah terlaksana di Festival Ekraf Milenial lalu. Dimana, kita dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Saja mengirim utusan 2 prodi untuk menjalin kerjasama dengan Pemko Pariaman,” sebutnya. Selain dengan kedua prodi dimaksud, juga diadakan kerjasama dengan buyer, salah satunya PT. SANAK Indonesia Madani. 2 Prodi yang menandatangani kerjasama dimaksud adalah Prodi Pariwisata dan Prodi Desain Produk.

Patieisa Juwita dari Dinas Pariwisata Kota Solok juga memberi penilaian semirip. “Festival Milenial ekraf ini awalnya kami kira seperti ekspo biasa yang sudah banyak digelar. Rupanya ada pula kunjungan para buyer, diskusi dengan buyer sampai penandatanganan kerjasama dengan para pelaku ekraf. Luar biasa, kami sangat terinspirasi,” sebutnya. Mewakili dinasnya. Patrisia juga menghaturkan terimakasih kepada segenap panitia dan semua pihak yang sudah mendukung acara tersebut, karena Dinas Pariwisata Kota Solok turut diundang untuk hadir bersama produk-produk ekraf dari kota bareh.

Sementara Boy Riznal, salah satu Buyer utusan PT. Mitra Kerinci (BUMN) juga turut mengapresiasi Festival Ekraf Milenial yang baru digelar. “Ini hebat. Ada banyak buyer milenial juga disini. Selain kami ada juga dari Iibumi dan lain sebagainya. Kami berharap Festival begini jadi rujukan bagi semua daerah di Sumbar. Sebuah konsep yang mempertemukan langsung antara pelaku ekraf dengan buyer atau lebih spesifik lagi calon mitra masa depan mereka. Sehingga usai Festival, masih banyak buahnya yang bisa dipetik,” katanya.

Walikota Pariaman Genius Umar pada saat penutupan Festival menyampaikan bahwa fokus Pemko Pariaman dalam mengembangkan potensi ekraf memang telah jelas. “Kami sangat mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia kreatif, terutama bila melibatkan kalangan milenial. Sebab sektor kreatif akan sangat besar perannya dalam pembangunan ekonomi, termasuk akan berdampak pada perkembangan pariwisata,” sebutnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman Marhen mengharapkan agar Festival ini dapat menjadi penyemangat bagi para pelaku ekraf Kota Pariaman dan Sumbar pada umumnya. “Mari saling bersinergi, berkolaborasi dan memberi dukungan antar daerah. Insyaallah kita semua akan mendapat manfaat yang lebih banyak pula,” katanya. Pelaku ekraf pariaman pun, kata Marhen siap bekerjasama dengan berbagai pihak, melalui dorongan dan naungan dari dinas yang ia pimpin. (rilis)