ISI Padangpanjang Lolos Pendanaan Penelitian dan PKM Tahun 2026, Perkuat Peran Seni untuk Masyarakat

Padangpanjang, 15 April 2026 — Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang berhasil lolos dalam berbagai skema pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026.

Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat ISI Padangpanjang dalam mengembangkan riset berbasis seni, budaya, serta pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian kearifan lokal.

Pada tahun 2026, sejumlah dosen ISI Padangpanjang berhasil memperoleh pendanaan dalam berbagai skema, di antaranya Penelitian Fundamental Reguler, Penelitian Dosen Pemula, Penelitian Kerja Sama Perguruan Tinggi, Penelitian Disertasi Doktor, Penelitian Prototipe, Penelitian Lanjutan, serta berbagai program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis pemberdayaan.

Topik penelitian yang diangkat pun sangat beragam dan kontekstual, mulai dari kajian seni pertunjukan tradisional, peran perempuan dalam seni di era digital, inovasi kewirausahaan berbasis teknologi, hingga pengembangan film, kriya, dan arsitektur vernakular.

Sementara itu, pada skema PKM, program yang lolos mencakup pelatihan berbasis komunitas, penguatan kapasitas seniman lokal, inovasi produk kreatif, hingga pemanfaatan teknologi digital seperti livestreaming untuk mendukung ekosistem seni dan ekonomi kreatif masyarakat.

Kepala LP2M ISI Padangpanjang, Dr. Yusril, M.Hum menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menegaskan pentingnya keberlanjutan riset yang berdampak.

“Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen sivitas akademika ISI Padangpanjang dalam menghadirkan penelitian dan pengabdian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi perguruan tinggi seni dalam menjawab tantangan zaman.

“Kita ingin riset dan karya yang dihasilkan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial dan budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal,” tambahnya.

Selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa peningkatan jumlah dan kualitas proposal yang lolos pendanaan menunjukkan kesiapan dosen dalam bersaing di tingkat nasional.

“Program penelitian dan PKM tahun 2026 ini menunjukkan kualitas yang semakin baik, dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada luaran nyata, baik dalam bentuk publikasi ilmiah, produk kreatif, maupun pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami terus mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai laporan, tetapi dapat diimplementasikan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Dengan capaian ini, ISI Padangpanjang diharapkan terus menjadi pusat unggulan dalam pengembangan seni berbasis riset, sekaligus berperan aktif dalam membangun masyarakat melalui pendekatan kreatif, inovatif, dan berkelanjutan.