ISI Padangpanjang Perkuat Riset Seni Budaya 2026, Hadirkan Inovasi yang Berdampak

Padangpanjang — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melaksanakan penandatanganan kontrak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun anggaran 2026 sebagai bentuk penguatan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas riset, inovasi, dan pengabdian berbasis seni budaya yang berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus ISI Padangpanjang tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Prof. Rosta Minawati, Ketua LP2M Dr. Yusril, Sekretaris LP2M Ranelis.,M.Sn dan Koordinator Pengabdian kepada Masyarakat Susandrajaya, M.Sn., jajaran pimpinan, serta para dosen penerima hibah penelitian dan pengabdian.

Pada tahun 2026, LP2M ISI Padangpanjang mengelola berbagai skema penelitian dan pengabdian di antaranya Penelitian Fundamental Reguler, Penelitian Dosen Pemula, Penelitian Kerja Sama Perguruan Tinggi, Penelitian Disertasi Doktor, Penelitian Prototipe, Penelitian Lanjutan, serta berbagai program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis pemberdayaan.

Ketua LP2M ISI Padangpanjang, Dr. Yusril, dalam arahannya menegaskan bahwa penelitian dan pengabdian merupakan ruh utama perguruan tinggi yang harus dijalankan secara profesional, terukur, dan berorientasi pada luaran yang berkualitas.

“Kontrak ini bukan sekadar administrasi, tetapi bentuk tanggung jawab akademik yang harus diwujudkan melalui riset dan pengabdian yang inovatif, tepat sasaran, serta memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, seni, budaya, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan publikasi ilmiah, hak kekayaan intelektual, serta penguatan riset berbasis budaya lokal sebagai identitas utama ISI Padangpanjang.

Sementara itu, Wakil Rektor I Prof. Rosta Minawati menyampaikan bahwa perguruan tinggi seni memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan penelitian yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan sosial budaya di tengah masyarakat.

“ISI Padangpanjang memiliki kekuatan besar pada bidang seni dan budaya. Karena itu, penelitian yang dilakukan dosen diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat pelestarian budaya, serta memberi kontribusi nyata terhadap pengembangan industri kreatif dan masyarakat,” ungkapnya.

Prof. Rosta juga mengingatkan pentingnya integritas akademik, disiplin pelaksanaan kegiatan, dan pencapaian target luaran agar seluruh program berjalan sesuai standar mutu perguruan tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Pengabdian kepada Masyarakat, Susandrajaya, M.Sn., menekankan pentingnya hilirisasi hasil penelitian melalui program pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Hasil penelitian harus mampu diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, pengabdian menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan dan karya seni agar memberikan dampak sosial, budaya, dan ekonomi secara nyata,” katanya.

Menurutnya, program pengabdian ISI Padangpanjang tahun 2026 banyak diarahkan pada pemberdayaan komunitas seni, penguatan ekonomi kreatif, pelestarian budaya lokal, hingga pengembangan inovasi berbasis teknologi kreatif di masyarakat.

Penandatanganan kontrak ini sekaligus menjadi langkah awal pelaksanaan berbagai program riset dan pengabdian dosen ISI Padangpanjang tahun 2026 yang mencakup bidang seni pertunjukan, musik, tari, kriya, desain, media, budaya, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis seni.

Melalui kegiatan ini, ISI Padangpanjang kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem riset dan pengabdian yang unggul, inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan guna mendukung kemajuan pendidikan tinggi seni dan budaya di Indonesia.