Jakarta World Cinema Mulai Perjalanan di ISI Padangpanjang, Hadirkan Diskusi Film Berkualitas dan Berdaya Jual

Padangpanjang, 9 April 2026 — Jakarta World Cinema (JWC) resmi memulai rangkaian kegiatannya tahun ini di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melalui sebuah diskusi inspiratif yang mengangkat tema keseimbangan antara nilai artistik dan potensi industri dalam perfilman. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Audio Visual (Auvi), Gedung Program Studi Televisi dan Film, mulai pukul 10.00 WIB.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Dr. Riswel Zam., M.Sn., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai ruang belajar penting bagi mahasiswa. Ia menekankan bahwa dunia perfilman saat ini menuntut para kreator tidak hanya piawai secara artistik, tetapi juga mampu memahami dinamika industri agar karya yang dihasilkan memiliki daya saing yang kuat.

“Film yang baik bukan hanya kuat secara estetika, tetapi juga mampu menemukan pasarnya. Kegiatan ini menjadi jembatan penting untuk mempertemukan dua aspek tersebut,” ujar beliau.

Laporan kegiatan disampaikan oleh Ketua Program Studi Televisi dan Film, Maisratun Najmi., M.Sn., yang menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya prodi dalam menghadirkan praktisi industri untuk berbagi pengalaman langsung kepada mahasiswa.

Diskusi menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Shinta Setiawan selaku Festival Manager Jakarta World Cinema, Shandy Gasella sebagai Festival Director Jakarta World Cinema, serta Yosep Anggi Noen, seorang sutradara dan penulis film yang telah dikenal melalui karya-karya sinematiknya.

Dalam pemaparannya, para narasumber mengajak peserta untuk memahami bahwa film berkualitas secara seni tetap memiliki peluang besar untuk sukses di industri, asalkan dikemas dengan strategi yang tepat. Mereka juga berbagi pengalaman terkait proses kreatif, distribusi film, hingga bagaimana membangun jejaring dalam ekosistem perfilman.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan mahasiswa serta dosen. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan serta memotivasi mahasiswa untuk terus berkarya dan mampu menyeimbangkan idealisme seni dengan kebutuhan pasar.

Melalui kegiatan ini, Jakarta World Cinema bersama ISI Padangpanjang berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya sineas muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan industri perfilman global.