ISI Padangpanjang Gelar Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu 2026, Perkuat Akreditasi Internasional PTN Wilayah Barat

Padang Panjang — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menggelar “Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu I Tahun 2026” sebagai upaya memperkuat tata kelola pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas akreditasi perguruan tinggi negeri di wilayah Barat Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung pada 7–8 Mei 2026 dan diikuti perwakilan dari berbagai PTN anggota Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat.

Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), sekaligus memperkuat sinergi antarperguruan tinggi menghadapi tantangan akreditasi nasional dan internasional yang semakin kompetitif. Selain itu, lokakarya tersebut juga menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi berbasis inovasi dan teknologi.

Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., turut hadir bersama jajaran pimpinan kampus, di antaranya Wakil Rektor I Prof. Dr. Rosta Minawati, S.Sn., M.Si., Wakil Rektor II Dr. Iswandi, S.Pd., M.Pd., dan Wakil Rektor III Dr. Susas Rita Loravianti, S.Sn., M.Sn. Hadir pula Ketua Forum Penjaminan Mutu (FPM) BKS PTN Barat Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., para dekan, kepala biro, direktur pascasarjana, hingga pimpinan lembaga penjaminan mutu dari berbagai perguruan tinggi.

Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas dan daya saing perguruan tinggi di tengah perubahan dunia pendidikan yang terus berkembang. Menurutnya, kolaborasi antarperguruan tinggi melalui Forum Penjaminan Mutu BKS PTN Barat menjadi ruang strategis untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat tata kelola akademik, serta membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

Rektor juga menekankan pentingnya kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan transformasi digital, termasuk pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pengembangan pembelajaran maupun tata kelola institusi. Karena itu, ia berharap lokakarya ini mampu menghasilkan rekomendasi dan praktik baik yang dapat diterapkan di masing-masing perguruan tinggi guna mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi global

Ketua LP3M Dr.Sn.,Selvi Kasman.,M.Si sekaligus penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa penguatan budaya mutu menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika kebijakan pendidikan tinggi saat ini. Oleh karena itu, forum ini diharapkan mampu melahirkan langkah strategis bersama dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi.

“Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan persepsi, berbagi praktik baik, dan memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal demi mencapai akreditasi unggul,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan.

Lokakarya menghadirkan dua narasumber nasional yang memiliki kompetensi di bidang akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi, yakni Prof. Dr. Retno Widowati, M.Si., anggota Majelis Akreditasi BAN-PT, serta Dr. Anisah Firli, S.M.B., M.M., Direktur Perencanaan Strategis dan Penjaminan Mutu Telkom University. Kehadiran keduanya menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman peserta terhadap pengembangan mutu perguruan tinggi berbasis standar internasional.

Adapun materi yang dibahas dalam kegiatan tersebut meliputi implikasi perolehan akreditasi internasional bagi perguruan tinggi, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran, diseminasi praktik baik pelaksanaan SPMI, hingga rapat pengurus dan anggota FPM BKS PTN Barat.

Selain itu, agenda penting lainnya adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus FPM BKS PTN Barat periode 2024–2025 serta musyawarah pemilihan Ketua FPM BKS PTN Wilayah Barat periode 2026–2028. Dengan demikian, forum ini tidak hanya membahas aspek akademik dan mutu pendidikan, tetapi juga memperkuat tata kelola organisasi penjaminan mutu antarperguruan tinggi.

Sebelumnya Ketua Forum Penjaminan Mutu (FPM) BKS PTN Wilayah Barat, Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono, ST., MT., IPM., ASEAN Eng menyampaikan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu harus menjadi gerakan bersama seluruh perguruan tinggi negeri. Menurutnya, tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berkaitan dengan akreditasi, tetapi juga kemampuan perguruan tinggi dalam membangun tata kelola yang responsif terhadap perubahan global, perkembangan teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.

Ia menegaskan bahwa Forum Penjaminan Mutu BKS PTN Barat memiliki peran penting sebagai ruang kolaborasi, koordinasi, dan berbagi praktik baik antarperguruan tinggi. Karena itu, kegiatan lokakarya ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antaranggota dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun sistem tata kelola yang efektif, adaptif, dan berorientasi internasional. Oleh sebab itu, forum seperti ini dinilai penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global.

Ia juga mengapresiasi ISI Padangpanjang sebagai tuan rumah pelaksanaan Lokakarya Sistem Penjaminan Mutu I Tahun 2026 yang dinilai berhasil menghadirkan forum akademik yang produktif, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan pendidikan tinggi masa kini.

Sebanyak 20 perguruan tinggi negeri dari total 39 anggota BKS PTN Barat hadir dalam kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas ketua lembaga, sekretaris, serta kepala pusat penjaminan mutu dari masing-masing perguruan tinggi. Kehadiran para peserta menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga dan meningkatkan standar kualitas pendidikan tinggi di wilayah Barat Indonesia.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda berupa pemaparan materi, diskusi panel, hingga diseminasi praktik baik pelaksanaan SPMI. Forum tersebut juga menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang diharapkan dapat menjadi masukan kebijakan penjaminan mutu pendidikan tinggi di tingkat nasional.

Pelaksanaan lokakarya ini menjadi bagian dari upaya ISI Padangpanjang dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui penguatan sistem penjaminan mutu, kampus seni dan budaya ini berkomitmen menghadirkan tata kelola akademik yang lebih baik, inovatif, serta mampu menjawab tantangan dunia pendidikan di era digital.

Melalui kegiatan ini, ISI Padangpanjang berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat antarperguruan tinggi negeri di wilayah Barat Indonesia. Selain itu, hasil lokakarya diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat pencapaian akreditasi unggul dan internasional bagi perguruan tinggi di Indonesia.