ISI Padangpanjang Gelar Coaching UTBK 2026, Rektor Tekankan Integritas dan Antisipasi Kecurangan

Padangpanjang — Institut Seni Indonesia Padangpanjang menyelenggarakan kegiatan Coaching UTBK 2026 pada Jumat–Sabtu, 17–18 April 2026 sebagai upaya meningkatkan kesiapan panitia dan pengawas dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan dengan pembukaan yang berlangsung khidmat. Ketua pelaksana, Dr. Susas Rita Loravianti, M.Sn menyampaikan laporan kegiatan, diikuti sambutan dari Kapolres Padangpanjang. Acara secara resmi dibuka oleh Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika,S.Ag.,M.Hum

Dalam arahannya, Rektor menekankan pentingnya menjaga integritas pelaksanaan UTBK serta mengantisipasi segala bentuk kecurangan. Ia mengingatkan agar seluruh pihak, baik panitia maupun pengawas, benar-benar disiplin terhadap aturan, termasuk larangan penggunaan handphone di dalam ruang ujian, meskipun dalam kondisi nonaktif. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kecurangan yang dapat merusak kredibilitas pelaksanaan UTBK di tingkat nasional.

Rektor Febri juga menegaskan pentingnya pembagian tugas sesuai dengan fungsi masing-masing, khususnya antara tim pengawas dan tim IT, agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan di lapangan. Koordinasi yang baik dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran pelaksanaan ujian, termasuk dalam penanganan kendala teknis seperti server dan jaringan.

Selain itu, pelaksanaan UTBK di ISI Padangpanjang akan didukung oleh fasilitas laboratorium komputer yang tersebar, di antaranya empat labor di lingkungan perpustakaan serta dua labor tambahan, sehingga diharapkan mampu menunjang kelancaran ujian. Rektor juga mengingatkan agar pelaksanaan UTBK tidak mengganggu aktivitas perkuliahan, dengan pengaturan jadwal dan penggunaan ruang yang efektif.

Lebih lanjut, Rektor Febri mengajak seluruh civitas akademika untuk menjaga suasana yang kondusif selama pelaksanaan UTBK. Ia juga mengingatkan agar panitia dapat memberikan informasi yang baik kepada peserta, termasuk peluang jalur seleksi lainnya apabila belum berhasil pada UTBK, sebagai bentuk pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.

Dalam kegiatan coaching ini, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari penjelasan umum pelaksanaan UTBK 2026, penguatan disiplin dan integritas, tata tertib pengawas dan peserta, hingga teknis penggunaan aplikasi pengawas serta penanganan kendala teknis. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi, evaluasi, dan penyusunan laporan.

Melalui kegiatan ini, ISI Padangpanjang berharap seluruh panitia dan pengawas memiliki kesiapan optimal dalam melaksanakan UTBK 2026 secara profesional, tertib, dan berintegritas, serta mampu menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ujian nasional tersebut.