Orasi Ilmiah Prof. Ari Purbayanto: Akreditasi Jadi Kunci Mutu dan Daya Saing Perguruan Tinggi

Padangpanjang, 8 April 2026 — Dalam rangkaian kegiatan Wisuda Program Sarjana Terapan, Sarjana, dan Program Magister Periode II Tahun Akademik 2025/2026, Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menghadirkan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc.

Dalam orasinya, Prof. Ari Purbayanto mengangkat pentingnya akreditasi sebagai tolok ukur kualitas perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen penting dalam menjamin mutu pendidikan tinggi.

“Akreditasi menjadi ukuran kualitas dalam pendidikan tinggi dan merupakan tolok ukur kemajuan suatu perguruan tinggi. Kemajuan pendidikan sangat bergantung pada sistem penjaminan mutu yang dijalankan secara konsisten,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa perguruan tinggi yang bermutu akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya berdampak bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa secara luas.

Dalam konteks penjaminan mutu, Prof. Ari menjelaskan bahwa perguruan tinggi wajib menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Sementara itu, Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dilakukan oleh BAN-PT melalui pangkalan data pendidikan tinggi (PDDIKTI).

Ia juga menekankan bahwa setiap program studi wajib memiliki status terakreditasi sebagai bentuk pengakuan atas kelayakan institusi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan.

“Fungsi akreditasi adalah untuk mengukur kelayakan perguruan tinggi berdasarkan standar mutu. Saat ini, transformasi kriteria dan standar akreditasi sangat dinamis, mengikuti perkembangan kebijakan dan kebutuhan zaman,” jelasnya.

Menurutnya, hasil akreditasi perguruan tinggi saat ini terbagi dalam beberapa kategori, yaitu terakreditasi, terakreditasi unggul, dan tidak terakreditasi. Oleh karena itu, perguruan tinggi dituntut untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Prof. Ari juga menyoroti dampak positif akreditasi terhadap perguruan tinggi, antara lain :

Meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik, Membuka peluang kerja sama dan akses pendanaan, Mendorong inovasi dan perbaikan internal, dan Menjamin perbaikan mutu secara berkelanjutan serta tata kelola yang baik (good governance)

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa masih terdapat tantangan dalam implementasi akreditasi, seperti belum optimalnya pemanfaatan standar akreditasi. Namun, di sisi lain terdapat peluang besar yang dapat dimanfaatkan, seperti penguatan sistem, berbagi praktik baik (best practice), serta digitalisasi dalam pengelolaan pendidikan tinggi.

Mengakhiri orasinya, Prof. Ari mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan akreditasi sebagai peluang transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.

“Mari berkontribusi dan jadikan akreditasi sebagai peluang transformasi. Ini adalah investasi masa depan. Kualitas bukanlah sebuah tindakan sesaat, tetapi sebuah kebiasaan (quality is not an act, it is a habit),” tutupnya.

Orasi ilmiah ini memberikan wawasan strategis bagi seluruh peserta wisuda dan sivitas akademika ISI Padangpanjang dalam memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan.