ISI Padangpanjang Laksanakan Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi Antropologi oleh LAMSPAK

Padangpanjang, 9 April 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melaksanakan kegiatan asesmen lapangan akreditasi Program Studi Antropologi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) secara luring pada Kamis, 9 April 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum, yang dalam sambutannya menyampaikan komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola program studi secara berkelanjutan.

Dalam arahannya, Rektor menyampaikan bahwa Program Studi Antropologi berdiri sejak tahun 2017 dan terus berupaya berkembang untuk mencapai kualitas terbaik.

“Program Studi Antropologi berdiri sejak tahun 2017. Agar program studi ini dapat dikelola dengan mutu yang terbaik, maka pencapaian tersebut memerlukan proses penilaian sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan,” ungkap Rektor.

Ia juga menegaskan bahwa asesmen lapangan ini menjadi momentum penting dalam mengukur capaian sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan di lingkungan program studi.

Kegiatan asesmen ini menghadirkan tim asesor dari LAMSPAK, yaitu Prof. Dr. Pawennari Hijjang, M.A dan Dr. Drs. Rifa’i, M.Pd. Dalam sambutannya, tim asesor menyampaikan bahwa kegiatan asesmen bertujuan untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap data yang telah disampaikan oleh Program Studi Antropologi.

“Asesmen lapangan ini merupakan proses verifikasi terhadap data dan informasi yang telah dilaporkan oleh program studi, sehingga dapat memberikan gambaran yang objektif terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan,” jelas asesor.

Pelaksanaan asesmen berlangsung dengan agenda yang terstruktur dan melibatkan berbagai unsur penting di lingkungan Unit Pengelola Program Studi (UPPS), mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga pengguna eksternal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan asesmen yang mencakup pengenalan panel asesor serta penandatanganan pernyataan asesmen lapangan. Selanjutnya, dilakukan sesi bersama pimpinan UPPS dan pengelola program studi untuk mengonfirmasi rencana pengembangan, sistem tata pamong, pengelolaan, serta capaian yang telah dilaporkan.

Pada sesi berikutnya, tim asesor melakukan konfirmasi data Formulir Evaluasi Diri (FED) yang menjadi dasar dalam penilaian kuantitatif, serta evaluasi pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), termasuk pemeriksaan dokumen standar, instrumen, dan laporan berkala.

Selain itu, dilakukan diskusi bersama manajemen menengah, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan untuk menggali informasi terkait kinerja program studi dan tingkat kepuasan terhadap layanan yang diberikan.

Menjelang akhir kegiatan, tim asesor melaksanakan kerja mandiri untuk menyusun draf berita acara dan rekomendasi hasil akreditasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian umpan balik kepada pimpinan UPPS, penandatanganan berita acara asesmen lapangan, serta sesi wrap up sebagai rangkaian penutup.

Pelaksanaan asesmen lapangan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai mutu penyelenggaraan Program Studi Antropologi, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan di ISI Padangpanjang