Padangpanjang — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melaksanakan kegiatan survei Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di tiga kabupaten di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pasaman. Kegiatan ini merupakan tahap awal dalam mempersiapkan pelaksanaan KKN mahasiswa yang difokuskan pada pengembangan seni, budaya, kreativitas, serta pemberdayaan masyarakat nagari .
Survei dilakukan langsung oleh tim LPPM ISI Padangpanjang yang dipimpin Koordinator KKN, Susandrajaya, S.Sn., M.Sn., melalui koordinasi intensif bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) di masing-masing kabupaten. Dalam proses tersebut, tim melakukan pemetaan potensi nagari, identifikasi kebutuhan masyarakat, serta penjajakan program kolaboratif yang dapat diimplementasikan oleh mahasiswa peserta KKN .

Adapun hasil survei menetapkan lokasi KKN di 42 nagari yang tersebar di tiga kabupaten, dengan rincian 18 nagari di Kabupaten Pesisir Selatan, 4 nagari di Kabupaten Agam, dan 20 nagari di Kabupaten Pasaman. Nagari-nagari tersebut dipilih berdasarkan potensi pengembangan seni budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, serta kebutuhan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal .
Koordinator KKN ISI Padangpanjang, Susandrajaya, S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa kegiatan survei tidak hanya bertujuan untuk menentukan lokasi penempatan mahasiswa, tetapi juga sebagai langkah strategis memperkenalkan kompetensi mahasiswa ISI Padangpanjang kepada pemerintah nagari dan masyarakat.
“Mahasiswa ISI Padangpanjang memiliki kompetensi yang sangat beragam karena berasal dari 22 program studi di bawah Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain. Potensi ini dapat disinergikan dengan kebutuhan nagari, mulai dari pengembangan seni budaya, promosi wisata, desain kreatif, multimedia, hingga penguatan ekonomi kreatif masyarakat,” jelasnya .
Sementara itu, Kepala LPPM ISI Padangpanjang, Dr. Yusril, S.S., M.Sn., menegaskan bahwa survei KKN menjadi tahapan krusial untuk memastikan program pengabdian mahasiswa berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, KKN ISI Padangpanjang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi seni dalam mendukung pembangunan daerah berbasis budaya dan kreativitas.
“Kami ingin KKN ISI Padangpanjang hadir sebagai ruang kolaborasi antara kampus dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya datang membawa program, tetapi juga belajar dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat nagari. Melalui pendekatan seni dan kreativitas, diharapkan lahir kontribusi nyata dalam pengembangan potensi lokal,” ungkapnya .
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa ISI Padangpanjang di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya yang tengah dikembangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui program “Nagari Creative Hub”.
Dalam pertemuan bersama DPMN di masing-masing kabupaten, pemerintah daerah menyambut positif pelaksanaan KKN ISI Padangpanjang. Kehadiran mahasiswa seni dinilai mampu menjadi energi baru dalam penguatan identitas budaya, promosi destinasi wisata, pengembangan UMKM kreatif, hingga pemberdayaan generasi muda nagari .
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat nagari, KKN ISI Padangpanjang Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan dan seni secara nyata, sekaligus memperkuat peran kampus seni dalam mendukung pembangunan daerah berbasis kebudayaan dan kreativitas di Sumatera Barat






