Padangpanjang, 9 April 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Akreditasi dengan tema “Strategi Perguruan Tinggi Menuju Akreditasi Unggul” yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Gedung Rektorat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber asesor BAN-PT, yakni Prof. Ir. Johannes Hutabarat, M.Sc., Ph.D dan Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M.Sc serta Dr. Rahmad Efendi, M.Ag., CIIQA, yang memberikan pemaparan strategis terkait peningkatan mutu dan pencapaian akreditasi unggul di perguruan tinggi.

Kehadiran para narasumber disambut dengan ramah oleh Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum, bersama Prof. Rosta Minawati, M.Si, Ketua LP3M beserta jajaran, serta turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Dr. Riswel, M.Sn, beserta jajarannya . Kegiatan ini juga diikuti oleh peserta FGD yang merupakan tim akreditasi dari seluruh program studi di lingkungan ISI Padangpanjang.
Dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan, Rektor ISI Padangpanjang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengucapkan selamat datang kepada para narasumber.
“Dengan penuh rasa syukur, kami menyampaikan selamat datang kepada para narasumber. Kehadiran Bapak/Ibu menjadi bagian penting dalam upaya kami menuju akreditasi unggul,” ungkap Rektor.
Dalam arahannya, Rektor menekankan pentingnya strategi yang terukur dalam mencapai akreditasi unggul. Ia menyampaikan bahwa salah satu syarat utama adalah minimal 30 persen program studi di lingkungan perguruan tinggi harus telah meraih akreditasi unggul.
“Akreditasi unggul bukan hanya target, tetapi capaian yang harus diraih bersama. Ini membutuhkan komitmen seluruh elemen perguruan tinggi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor juga menyoroti pentingnya diferensiasi institusi sebagai kekuatan utama dalam persaingan global. Menurutnya, ISI Padangpanjang harus mampu menampilkan keunikan dan kekhasan yang membedakannya dari perguruan tinggi lain.
“Diferensiasi menjadi kunci. ISI Padangpanjang harus memiliki keunikan yang kuat sebagai identitas, sehingga mampu menjadi nilai lebih dalam mencapai keunggulan,” jelasnya.
Melalui sesi diskusi yang berlangsung interaktif, para narasumber memberikan berbagai masukan strategis, mulai dari penguatan sistem penjaminan mutu, peningkatan kinerja program studi, hingga optimalisasi tata kelola institusi berbasis standar akreditasi.
FGD berlangsung dengan sangat antusias, terlihat dari aktifnya peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai tantangan serta peluang dalam pencapaian akreditasi unggul.
Melalui kegiatan ini, ISI Padangpanjang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta menjadikan akreditasi sebagai instrumen transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.


