Padangpanjang, 8 April 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menggelar pengukuhan Guru Besar Bidang Pengkajian Seni Pertunjukan kepada Prof. Dr. Asril, S.Kar., M.Hum dalam sebuah sidang terbuka senat yang berlangsung khidmat.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Asril menyampaikan pidato ilmiah berjudul “Semuka Tak Sehamparan: Disrupsi Teknologi Digital pada Pertunjukan Langsung (Live) ke Virtual”. Dalam orasinya, ia mengangkat fenomena transformasi seni pertunjukan akibat perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Prof. Asril menjelaskan bahwa kehadiran teknologi digital telah mengubah cara produksi, distribusi, hingga konsumsi seni pertunjukan. Pertunjukan yang sebelumnya bersifat langsung (live performance) kini mengalami pergeseran ke ruang virtual, menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi seniman maupun penonton.
“Disrupsi teknologi digital telah menggeser batas ruang dan waktu dalam seni pertunjukan. Namun demikian, esensi kehadiran langsung tetap memiliki nilai yang tidak sepenuhnya tergantikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa fenomena ini melahirkan tantangan sekaligus peluang bagi pelaku seni untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Inovasi dalam pengemasan pertunjukan menjadi kunci agar seni tetap relevan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
Lebih lanjut, Prof. Asril menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pelestarian nilai-nilai artistik dalam seni pertunjukan. Menurutnya, ruang virtual dapat menjadi medium alternatif untuk memperluas jangkauan audiens tanpa menghilangkan makna dari pertunjukan itu sendiri.
Pengukuhan Guru Besar ini menjadi momentum penting bagi ISI Padangpanjang dalam memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan tinggi seni yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan global. Kehadiran Prof. Asril sebagai Guru Besar diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan keilmuan seni pertunjukan, khususnya dalam kajian transformasi digital.




