Implementasi Internasionalisasi Berbasis Kearifan Lokal: Workshop Tekuluak Tanduak Prodi Tari Minang

Padangpanjang — Mengawali tahun 2026 dengan langkah progresif, Program Studi Vokasional Tari Minang menorehkan capaian strategis dengan menembus ranah internasional melalui kegiatan Workshop Pembuatan Tekuluak Tanduak. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4–5 Januari 2026 melalui kolaborasi aktif bersama mahasiswa Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pahang, Malaysia.

Workshop ini menjadi wujud nyata Program Studi Vokasional Tari Minang dalam mengangkat serta memperkenalkan warisan budaya Minangkabau ke panggung global melalui pendekatan pendidikan vokasional dan diplomasi budaya. Tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis pembuatan tekuluak tanduak—sebagai simbol identitas perempuan Minangkabau—kegiatan ini juga mengupas secara mendalam nilai-nilai filosofis, estetika, serta konteks sosial-budaya yang melatarbelakanginya.

Ketua Program Studi Vokasional Tari Minang, Oktavianus, M.Sn, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi program studi berbasis kearifan lokal. “Workshop ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis pembuatan tekuluak tanduak, tetapi juga mentransfer nilai budaya, makna simbolik, dan konteks sosialnya. Kami ingin mahasiswa tidak sekadar mampu memproduksi, tetapi juga memahami identitas yang melekat pada setiap karya budaya Minangkabau. Kolaborasi dengan UiTM menjadi langkah konkret dalam membawa tradisi lokal ke ruang global,” ujarnya.

Melalui interaksi lintas negara, mahasiswa dari kedua institusi memperoleh pengalaman pembelajaran yang kolaboratif, aplikatif, dan berorientasi pada praktik. Pertukaran pengetahuan serta perspektif budaya ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga memperkuat jejaring akademik internasional di bidang seni tradisi dan pendidikan vokasional.

Program Studi Vokasional Tari Minang sebagai garda terdepan dalam pelestarian dan pengembangan budaya berbasis inovasi, kolaborasi global, serta penguatan identitas lokal di tingkat internasional. Workshop ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membuka tahun 2026 dengan semangat transformasi, internasionalisasi, dan keberlanjutan budaya.