Tanah Datar — Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) terus menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Salah satu kegiatan dilaksanakan melalui penghijauan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) pendampingan Kelompok Wanita Tani (KWT) Menyala di Nagari Tambangan, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta masyarakat setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Ketua TP-PKK Kabupaten Tanah Datar melalui Staf Ahli TP-PKK dr. Dwinanda Ahmad Fadly, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang yang diwakili oleh Wakil Dekan III Enrico Alamo, S.Sn., M.Sn., Koordinator Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, perwakilan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Datar, Wali Nagari Tambangan beserta perangkat nagari, kader PKK, serta mahasiswa pelaksana Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026.

Sebagai simbol komitmen bersama dalam pemulihan lingkungan pascabencana, dilakukan penanaman pohon secara simbolis oleh perwakilan TP-PKK, pimpinan ISI Padangpanjang, dan Wali Nagari Tambangan. dr. Dwinanda Ahmad Fadly menanam pohon alpukat sebagai simbol investasi lingkungan sekaligus penguatan ekonomi jangka panjang masyarakat.
Dalam sambutannya, dr. Dwinanda menyampaikan apresiasi kepada ISI Padangpanjang dan mahasiswa yang berkontribusi langsung di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi, termasuk banjir bandang (galodo) dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Tanah Datar. Ia menegaskan bahwa kegiatan penghijauan memiliki nilai strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Penanaman pohon ini tidak sekadar seremonial. Selain menjaga kestabilan tanah dari erosi, hasilnya dapat dimanfaatkan masyarakat. Pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wali Nagari Tambangan, Afrinal Dt. Talanai, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada nagari sebagai lokasi pengabdian. Menurutnya, aksi penghijauan menjadi langkah konkret dalam menjaga kontur tanah yang labil, mengurangi risiko erosi akibat curah hujan tinggi, meningkatkan daya serap air, serta memperkuat struktur lereng di kawasan terdampak.

Sementara itu, Wakil Dekan III ISI Padangpanjang, Enrico Alamo, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang melibatkan sekitar 57 perguruan tinggi di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Pada tahun 2026, ISI Padangpanjang berhasil meloloskan tiga proposal pengabdian, yang dilaksanakan di Nagari Singgalang (Kecamatan Sepuluh Koto, Tanah Datar) dan Nagari Sungai Landia (Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam).
“Di Nagari Tambangan terdapat tiga dosen dan sekitar 50 mahasiswa yang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama satu bulan atau setara 160 Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM). Program ini dapat berjalan dengan baik berkat sinergi bersama TP-PKK Kabupaten Tanah Datar,” jelasnya.
Ketua Tim Pengabdi, Irja, SE., M.Si., menambahkan bahwa program pengabdian mencakup beberapa aspek utama, yaitu:
- Aspek Kemasyarakatan, berupa kegiatan gotong royong membersihkan lahan terdampak bencana dan penanaman pohon penghijauan.
- Aspek Produksi, melalui pemberian bantuan ternak itik produktif kepada Kelompok Tani Sungai Rayo dan KWT Menyala, serta bantuan bahan baku bagi usaha industri rumah tangga terdampak.
- Aspek Pemasaran, berupa pengembangan kemasan bermerek untuk meningkatkan daya saing produk UMKM lokal.
Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera Barat Tahun 2026 dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui penguatan manajemen produksi dan pemasaran kelompok tani dan kelompok wanita tani yang terdampak bencana. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan lingkungan, tetapi juga mendorong kebangkitan ekonomi dan kemandirian masyarakat Nagari Tambangan secara berkelanjutan.




