LPPM ISI Padangpanjang Serahkan 15 Judul Buku Ajar dan Referensi

Padangpanjang, 30 Januari 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melaksanakan kegiatan penyerahan 15 judul buku ajar dan buku referensi , Jumat (30/1), bertempat di Ruang Sidang LPPM ISI Padangpanjang. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat luaran tridharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek publikasi akademik dan pengembangan bahan ajar berbasis riset.

Kegiatan penyerahan buku tersebut dihadiri oleh Kepala dan Sekretaris LPPM ISI Padangpanjang, Koordinator Pusat Penerbitan dan Jurnal, Koordinator Pusat Penelitian, serta Koordinator Pusat Pengabdian kepada Masyarakat. Selain sebagai agenda seremonial, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi institusi kepada para dosen penulis atas kontribusinya dalam menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan pengembangan keilmuan seni dan budaya.

Sebanyak 15 orang dosen penulis menerima buku hasil cetakan yang terdiri atas buku ajar dan buku referensi. Buku-buku tersebut merepresentasikan keberagaman disiplin keilmuan di lingkungan ISI Padangpanjang, mulai dari seni pertunjukan, musik tradisional, film dan televisi, desain, fashion, teater, hingga penguatan kompetensi digital dan industri kreatif.

Adapun judul buku yang diserahkan antara lain Seni dan Estetika (Buku Ajar), Hak Kekayaan Intelektual (HAKI): Konsep, Regulasi dan Implementasi dalam Konteks Seni dan Industri Kreatif, Gandang Tasa Raja Musik Perkusi Minangkabau, Perkembangan dan Problematika Film Adaptasi di Indonesia, Teori Film: Ontologis dan Praktik, Ilmu Bahan Fashion, Kerajinan Perak Koto Gadang Sumatera Barat, hingga Membaca Ukiran: Merawat Warisan Budaya Minangkabau, serta sejumlah buku referensi lain yang memperkuat khasanah keilmuan seni berbasis kearifan lokal.

Kepala LPPM ISI Padangpanjang, Dr. Yusril, S.S., M.Sn., dalam sambutannya menegaskan bahwa program pencetakan buku merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem akademik yang produktif dan berkelanjutan.

“Luaran penelitian dan pengabdian tidak boleh berhenti pada laporan semata, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk publikasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Buku ajar dan buku referensi menjadi instrumen penting dalam mentransformasikan pengetahuan kepada mahasiswa dan masyarakat,” ujar Dr. Yusril.

Ia menambahkan bahwa keberadaan buku-buku akademik ini turut memperkuat posisi ISI Padangpanjang sebagai pusat pengembangan ilmu seni, pelestarian budaya, serta inovasi seni berbasis kearifan lokal Nusantara.

Sementara itu, Koordinator Pusat Penerbitan dan Jurnal LPPM ISI Padangpanjang, Nitasri Murawaty Girsang, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa seluruh buku yang dicetak telah melalui tahapan kurasi substansi, penyuntingan naskah, desain tata letak, hingga proses produksi sesuai standar penerbitan akademik.

“Kami memastikan setiap buku yang diterbitkan tidak hanya memenuhi kelayakan administratif, tetapi juga kualitas ilmiah, kebahasaan, dan visual sebagai produk akademik ISI Padangpanjang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program penerbitan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas karya tulis dosen. Ke depan, Pusat Penerbitan dan Jurnal akan memperluas skema pendampingan penulisan akademik, penguatan mutu editorial, serta pengembangan branding penerbitan institusi.

Melalui kegiatan ini, LPPM ISI Padangpanjang akan memperkuat literasi akademik di bidang seni dan budaya serta meningkatkan kualitas luaran tridharma perguruan tinggi. Ke depan, LPPM menargetkan peningkatan jumlah publikasi institusional, baik dalam bentuk buku ajar, buku referensi, prosiding, maupun artikel ilmiah bereputasi nasional dan internasional, sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja riset dan reputasi akademik ISI Padangpanjang di tingkat nasional dan global.