Padangpanjang, Senin, 2 Februari 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan pembekalan dan pelepasan tiga Tim Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera Tahun 2026, Senin (2/2/2026), bertempat di Gedung Pertunjukan Huridjah Adam ISI Padangpanjang.
Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, yang bertujuan mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat di wilayah terdampak bencana melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat.
Kegiatan pembekalan diikuti oleh 159 peserta, terdiri atas 150 mahasiswa dan 9 dosen pendamping, serta dihadiri oleh pimpinan institusi, dekan fakultas, dan jajaran LPPM ISI Padangpanjang. Pembekalan diberikan sebagai persiapan pelaksanaan program di lokasi pengabdian.

Koordinator Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM ISI Padangpanjang, Susandrajaya, S.Sn., M.Sn, menyampaikan bahwa ISI Padangpanjang mengusulkan tujuh proposal, dan tiga proposal dinyatakan lolos pendanaan dengan total anggaran sebesar Rp334.000.000. Pengelolaan anggaran disesuaikan dengan ketentuan nasional, meliputi alokasi perjalanan, upah dan jasa, serta bantuan aset produktif bagi mitra masyarakat.
Ketiga program pengabdian tersebut akan dilaksanakan di wilayah Provinsi Sumatera Barat, yakni di Nagari Tambangan dan Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, yang diketuai oleh Irja, S.E., M.Si dan Sumadi, S.Sn., M.Sn, serta di Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, yang diketuai oleh Dr. Rustim, S.Pd., M.A.

Kepala LPPM ISI Padangpanjang, Dr. Yusril, S.S., M.Sn, menegaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak merupakan wujud implementasi tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak nyata. Menurutnya, pemanfaatan keilmuan seni dan desain diharapkan mampu berkontribusi pada pemulihan psikososial, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Susas Rita Loravianti, S.Sn., M.Sn, menekankan pentingnya kedisiplinan, etika, dan empati mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan, termasuk dalam bermedia sosial. Mahasiswa diharapkan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta menjaga nama baik institusi selama berada di lokasi pengabdian.
Pelepasan tim secara resmi dilakukan oleh Wakil Rektor I mewakili Rektor ISI Padangpanjang. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa partisipasi mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak memperoleh rekognisi akademik sebesar 3 SKS setara 160 Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM), yang dapat dikonversi dengan mata kuliah berjalan atau Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebagai bagian dari implementasi kebijakan Kampus Berdampak.

Melalui pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera Tahun 2026, ISI Padangpanjang menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan nasional Kemdiktisaintek serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang responsif terhadap isu kemanusiaan dan pembangunan masyarakat berkelanjutan.
