Karya civitas akademika dan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang kembali mendapat perhatian internasional. Film dokumenter yang mereka produksi resmi ditayangkan pada ORIGINAL 2025, ajang kebudayaan bergengsi yang berlangsung di Tijuana, Meksiko. Film berjudul “Threads of Memory, Reviving Minangkabau Songket” diputar pada 15 November, sebagai bagian dari program diplomasi budaya Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI, bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI untuk Meksiko dan Secretaría de Cultura de México.

Dalam kehadirannya di ORIGINAL 2025, Dosen ISI Padang Panjang berkolaborasi dengan komunitas budaya Wastra Pinankabu, yang aktif dalam pelestarian dan revitalisasi wastra Minangkabau, khususnya songket. Rangkaian kegiatan ORIGINAL 2025 dimulai pada 13 November, dibuka dengan runway fashion show yang menampilkan ragam busana adat Minangkabau dari berbagai daerah. Selanjutnya, pameran budaya dan penayangan karya berlangsung selama empat hari penuh.
Pada kegiatan ini, ISI Padang Panjang diwakili oleh Ivan Saputra , sebagai perwakilan berdasarkan penunjukan langsung dari Kementerian Kebudayaan RI. Film dokumenter ini menghadirkan penelusuran mendalam tentang songket Minangkabau—mulai dari sejarah, proses tenun tradisional, filosofi motif, hingga upaya regenerasi yang dilakukan oleh para pengrajin dan komunitas budaya. Pendekatan visual dan riset yang kuat menjadikan film ini representasi penting dalam diplomasi budaya Indonesia. Kolaborasi dengan Studio Wastra Pinankabu memperkuat nilai tersebut. Sebagai komunitas yang konsisten mengembangkan riset, pelestarian, dan revitalisasi wastra Minangkabau, kehadiran mereka memungkinkan film ini menghadirkan perspektif yang lebih utuh, mendalam, dan autentik mengenai songket Minangkabau. Sinergi antara institusi pendidikan dan komunitas budaya tersebut menghadirkan narasi yang tidak hanya artistik, tetapi juga representatif, sehingga mampu berbicara di ruang-ruang global seperti ORIGINAL 2025.
Melalui kerja sama ini, ISI Padang Panjang menunjukkan bahwa diplomasi budaya tidak hanya diwujudkan melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui dokumentasi yang mengangkat nilai, filosofi, dan perjalanan tradisi lokal. Dengan menampilkan film ini di Meksiko, Minangkabau—beserta seluruh dinamika budayanya—diperkenalkan kepada audiens internasional secara lebih mendalam, terarah, dan berbasis riset. Ini menjadi bukti bahwa karya akademik mampu menjadi medium diplomasi yang efektif dan relevan di era global.

Penayangan “Threads of Memory, Reviving Minangkabau Songket” di ORIGINAL 2025 membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, komunitas budaya, dan program kebudayaan nasional mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional.


