TEKAN MOU DENGAN UM, ISI PADANGPANJANG JAJAL MALAYSIA DENGAN SERIUS

Padang Panjang–Kepiawaian rektor Prof Novesar Jamarun dalam merekatkan hubungan ISI Padang Panjang dengan lembaga luar negeri berbuah hasil di Malaysia. Jum’at (22/11) penandatanganan kerjasama antara ISI Padang Panjang dengna Universyty of Malaysia di lakukan oleh rektor dan Prof DR Nasir M Yasin dari perguruan tinggi yang dikenal salah satu terbesar di negara jiran tersebut.

Dalam acara penandatanganan yang juga disaksikan para petinggi dari kedua belah pihak, Prof Dr Nasir M Yasin mengatakan, kerjasama yang dibangun akan terwujud melalui kolaborasi karya, pertukaran mahasiswa dan penelitian bersama. Ia juga memberi peluang bagi para dosen ISI Padang Panjang untuk melanjutkan pendidikan S-3 di University Malaysia.

Sementara itu, rektor ISI Padang Panjang Prof Novesar Jamarun mengharapkan agar kerjasama yang dirintis dapat dilanjutkan ke tingkat eksekusi dengan MoA. “kami mengundang dekan pusat kebudayaan University Malaysia untuk turut hadir pada Dies Natalis ISI Padang Panjang di bulan Desember ini,” katanya.

Lebih jauh ketika dihubungi, rektor menjelaskan bahwa semua proses kerjasama dengan pihak luar negeri adalah upaya dalam meningkatkan bargaining institusi yang ia pimpin di kancah pergaulan pendidikan tinggi internasional. “Kita harus terus menunjukkan eksistensi di kancah internasional. Sebab, sembari meningkatkan mutu pendidikan kita agar setara dengan luar negeri, kita juga dapat mempromosikan seni-budaya Indonesia, terutama yang telah dihasilkan oleh para dosen, mahasiswa bahkan alumni kita,” katanya. Peran strategis sebuah perguruan tinggi seni sangat vital bagi upaya pelestarian seni budaya, terutama untuk memperkenalkannya kepada dunia. “Kita punya karya yang bagus-bagus, dan kita intensif untuk membina itu. Tapi kalau tidak dipromosikan ke dunia internasional maka akan ketinggalan kita,” sebutnya.

Industri kreatif Indonesia di masa depan, sebut rektor akan banyak menjejal pasar luar negeri. Sebab, lewat karya-karya anak bangsa, terutama para akademisi bidang seni dunia dapat melihat betapa potensialnya Indonesia dalam hal kreatifitas. “Selain dengan Malaysia kita juga tengah memperkuat kerjasama dengan Jepang, China, India, Thailand dan sejumlah negara lainnya,” katanya.

di tahun 2020, ISI Padang Panjang juga menargetkan untuk menjalin kerjasama dengan sejumlah negara di Eropa, dimulai dari Perancis. “Karya-karya dosen dan mahasiswa akan kita genjot untuk dapat layak tampil di panggung internasional. Selain itu, kemampuan berbahasa Inggris civitas akademika kita juga perlu di pacu. Dan selain di ranah karya, kita juga akan berupaya untuk bicara lebih banyak di bidang penelitian pada tingkat internasional,” katanya.

Penandatanganan kerjasama dengan University Malaysia berlangsung setelah pertunjukan karya penelitian P3S. Tahun ini, ISI Padang Panjang sudah lebih dari 3 kali menghadirkan karya di negeri Jiran tersebut. (rilis)