Tari Kreasi: Bakureh

Padangpanjang – Tari kreasi Bakureh ikut ambil bagian dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ISI Padangpanjang ke-52 (30/11) di Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam ISI Padangpanjang. Pertunjukan yang melibatkan 11 penari  dan masyarakat Padangpanjang ini mampu menguncang panggung pertunjukan yang dihadiri lebih kurang 600 penonton dari Padangpanjang maupun dari luar Padangpanjang.

“Konsep tari Bakureh berangkat dari kota Solok, yang mana saat perhelatan biasanya masyarakatnya memasak dan mensukseskan perhelatan secara bersama-sama. Tidak hanya itu, pada kegiatan ini akan terjalin silaturahmi, ibu-ibu yang memiliki anak yang telah beranjak usia dewasa juga akan mencari pasangan untuk anaknya, juga ungkapan kegembiraan dalam bekerjasama. Kehadiran masyarakat dalam pertunjukan tari Bakureh merupakan representasi dari ibu-ibu yang memasak dan makan pada acara perhelatan tersebut”, ungkap Purnama Suzanti, selaku tim riset karya tari Bakureh saat ditemui selesai pertunjukan. “Tari Bakureh yang ditampilkan lebih mengutamakan spirit masak-memasak, karena pada umumnya ibu-ibu akan saling memanggil tetangga dalam kegiatan perhelatan. Kegiatan yang dilakukan secara bersama inilah yang merupakan landasan dari terciptanya tari Bakureh. Riset yang dilakukan hingga pertunjuakan memakan waktu sekitar 1 tahun”, tambahnya.

Martion selaku ketua dan koreografer tari Bakureh menjelaskan, “simbol gerak yang dihadirkan pada tari Bakureh ini berasal dari gerak-gerak kreasi dari tari Adok, Paninggahan, Pesisir, dan seni tradisi Solok.  Berangkat dari tradisi inilah dipecah, baik dari segi pola, tempo, dan ruang gerak dalam bentuk tari kreasi yang berlandaskan kegiatan Bakureh masyarakat Solok”.

Bakureh di Solok merupakan aktifitas bersama-sama melaksanakan kegiatan perhelatan terutama untuk mempersiapkan masakan. Tarian ini menggambarkan kerjasama, gotong- royong, silaturahmi, kebersamaan, dan kegembiraan masyarakat saat melaksanakan perhelatan.

Penulis : Puja

Dokumentasi : UPT Pusindok SBM