SPI SE SUMATERA NGUMPUL DI ISI PADANG PANJANG

Padang Panjang— Satuan Pengawasan Internal (SPI) memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu kinerja jajaran di perguruan tinggi. Hal inilah yang mendorong pentingnya kerjasama antar SPI lintas perguruan tinggi. Tujuannya, agar tercipta pola kerja yang sejalan antar tiap organisasi meski berada pada ruang lingkup perguruan tinggi yang berbeda-beda. Kesadaran ini muncul pada pertemuan SPI antar perguruan tinggi se Sumatera dalam tajuk Workshop Audit Kinerja dan Audit Kepatuhan 2019. Kegiatan ini berlangsung sejak 11 hingga 12 November, diprakarsai oleh SPI ISI Padang Panjang.

“Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kerjasama antar perguruan tinggi dalam rangka melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang bersifat non akademik,” sebut ketua panitia Ediantes. lebih jauh disampaikannya, fungsi pengawasan harus menjadi kesadaran di seluruh lini agar terjadi pola kerja yang lebih baik. Selain itu, pengawasan yang menyeluruh akan membuat semua sektor bergerak dengan baik.

Dijelaskan oleh Ediantes, SPI melakukan fungsi pengawasan secara adil dan merata karena pada prinsipnya satuan ini dituntut untuk bersikap independen dan tidak memiliki conflict of interset. Pengawasan juga di lakukan dengan objektif, sehingga tidak ada penilain pribadi semata dalam melihat sebuah unit atau pribadi pegawai.

Sementara itu sekretaris SPI ISI Padang Panjang Purnama Suzanti mengatakan, kegiatan akan berlangsung selama 2 hari dengan diikuti oleh SPI perguruan tinggi se Sumatera. “Ajang ini juga merupakan silaturahmi antar para penggerak SPI di tiap lembaga. Semoga dengan kegiatan ini juga akan tercetus berbagai bentuk kerjasama antar organisasi lintas lembaga, sehingga pemahaman terkait audit khususnya dan pengawasan intern umumnya lebih meningkat, serta peran SPI sebagai pemberi peringatan dini, katalisator dan konsultan bisa lebih optimal ,” sebutnya.

Rektor ISI Padang Panjang Prof Novesar Jamarun secara terpisah mengharapkan kegiatan pertemuan dan workshop SPI akan menambah motivasi pengawasan pada semua lini kerja di instansi yang ia pimpin. “Pada prinsipnya pengawasan yang dilakukan adalah untuk mendorong kesadaran semua pegawai bahwa setiap pekerjaan, apapun itu perlu memperhatikan standar mutu dan kinerja yang sudah digariskan,” sebutnya. Pertaruhan kualitas sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kinerja jajaran yang ada di dalamnya. “Oleh karena itu, kami berharap kegiatan ini mampu menjadi trigger bagi berbagai bentuk pengembangan sistem pengawasan yang sesuai dengan koridornya,” sebutnya.

Laporan Hasil Pengawasan (LHP) sebagai produk kerja SPI sepanjang keberadaannya diakui rektor sudah menjadi satu acuan bagi pihaknya dalam mengambil kebijakan. “Program Kerja Pengawasan (PKP) juga selalu kami tinjau untuk memastikan kualitas pengawasan internal kita berjalan dengan baik dan terpogram dengan rapi,” kata rektor. (Rilis)