Seminar Internasional “Art and Creativity”

Padangpanjang, Rabu (06/11) Seminar Internasional dengan tema “Art and Creativity” yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai III ISI Padangpanjang telah resmi dibuka oleh Ediwar selaku Pembantu Rektor I. Seminar Internasional ini dikelola oleh Pascasarjana ISI Padangpanjang, dengan ketua pelaksana Nursyirwan.

 

 

Nursyirwan menyampaikan “tujuan seminar ini adalah untuk mengubah mindset bahwasanya karya seni lahir tidak harus melalui riset. Sesungguhnya sebagai akademisi kita tidak hanya menjadi seniman akan tetapi juga ilmuan seni”. Nusyirwan juga menambahkan “peserta kegiatan ini sebanyak 150 orang dari Pascasarjana ISI Padangpanjang.”

 

 

Kagiatan ini bersifat terbuka untuk umum, tetapi khusus untuk mahasiswa Pascasarjana ISI Padangpanjang kegiatan ini digratiskan. Nursyirwan selaku Ketua Pelaksana mangatakan, “kegiatan ini dibiayai, akan tetapi tidak secara penuh”. Direktur Pascasarjana ISI Padangpanjang, Susasrita Loravianti, menegaskan, “untuk umum memang membayar karena kegiatan ini sebenarnya hanya untuk mahasiswa Pascasarjana saja, tetapi kita ingin tidak hanya mahasiswa Pascasarjana saja yang hadir”.

Pembicara pada seminar kali ini adalah Mayco Santanella dari Malaysia, Ako Mashiro dari Jepang, dan Fathurrahman bin Said dari Singapura. Susasrita Loravianti menyampaikan bahwasanya pemateri yang didatangkan dari luar negri ini merupakan kenalan dari beberapa orang dosen ISI Padangpanjang sendiri.

 

 

Terdapat 3 materi utama yang disampaikan pada seminar internasional ini. Pertama  berbicara tentang kesenian muslim, Rabana, di Bali sebagai jembatan sosial. Materi kedua ialah tentang perkembangan musik dan tari di Sulawesi Tengah. Materi tentang tari dan musik di Sulawesi Tengah ini membahas mulai dari sturktur dan suara tradisional, kemudian fenomena pasca-kemerdekaan, dan fenomena era reformasi. Materi ketiga berbicara tentang tari Melayu Singapura, mulai dari sejarah, perubahannya, tokoh, generasi penerusnya, dan research (meneliti/mengkaji).

Di samping materi utama tersebut, terdapat materi lainnya yang disampaikan oleh dosen ISI Padangpanjang, di antaranya: Hendra Nasution membawa materi dengan judul “New Zealand Art and Culture Experience”, Nofrial dengan materi “Mabel Tradisional Melayu: Kajian Bentuk, Konstruksi, Fungsi, dan Makna”, Martion, Purnama Suzanti, dan Hendra Nasution dengan materi berjudul “Pengembangan Spirit Lokal ‘Bakureh’ ke dalam Seni Pertunjukan”, Rasmida, Nursyirwan, Rafiloza dengan materi “Sitti Manggopoh: Sumber Inspirasi Karya Seni Drama Tari Lengking Dendang Dalam Pekat. ”

Harapan Ediwar selaku Pembantu Rektor I agar kegiatan ini tidak berhenti hanya sampai di sini saja, akan tetapi harus terus dilaksanakan, baik oleh program Sarjana, maupun program Pascasarjana. Ediwar juga berharap dengan adanya kegiatan seminar internasional ini wawasan mahasiswa ISI Padangpanjang juga dapat bertambah hendaknya.

Penulis : Maulana Alan

Foto : Dokumentasi UPT PUSINDOK SBM