Pelantikan Dosen dan Pejabat Fungsional ISI Padangpanjang, Rektor Tekankan Integritas, Kolaborasi, dan Prestasi

Padangpanjang , 1 September 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelantikan dosen dan pejabat fungsional. Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai III Gedung Rektorat ISI Padangpanjang dan dihadiri jajaran pimpinan, di antaranya para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Biro, Ketua Program Studi, serta keluarga dosen yang dilantik.

Pelantikan tersebut dipimpin Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum. Momentum ini tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan karier dosen, tetapi juga peneguhan amanah, tanggung jawab, dan komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, mahasiswa, dan masyarakat.

Dalam arahannya, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum. menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar prosesi administratif. Jabatan yang diterima merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan negara yang harus dijalankan dengan penuh rasa syukur, tanggung jawab, dan integritas.

Para dosen yang memperoleh pengangkatan maupun kenaikan jabatan fungsional diingatkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan perjuangan, pengorbanan, doa, dan kerja keras. Karena itu, capaian jabatan harus dibuktikan melalui peningkatan kinerja dan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi.

“Jadilah para tokoh intelektual yang selalu bersyukur atas apa yang kita capai. Rasa syukur itu harus diwujudkan dalam setiap tindakan untuk menghadirkan perubahan,” ujar Dr. Febri Yulika.

Integritas Menjadi Fondasi Kehidupan Akademik

Dalam kehidupan perguruan tinggi, penyampaian aspirasi, kritik, dan gagasan merupakan bagian penting dari dinamika akademik. Namun, seluruhnya harus tetap dilakukan dengan menjunjung tinggi etika, kedewasaan intelektual, serta mengikuti mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Dr. Febri Yulika menekankan bahwa dosen sebagai insan akademik tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dan produktivitas dalam bidang keilmuan, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam sikap dan perilaku.

Integritas tidak berhenti pada karya ilmiah maupun capaian akademik. Integritas juga tercermin melalui etika, tanggung jawab, kedisiplinan, komitmen, serta kesungguhan dalam menjalankan amanah sebagai pendidik.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi merupakan tanggung jawab bersama. Menjaga marwah dan reputasi institusi bukan hanya tugas pimpinan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Perkuat Kolaborasi Lintas Bidang

Semangat kolaborasi menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Rektor. Kemajuan perguruan tinggi tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan pimpinan, tetapi membutuhkan keterlibatan dan kerja bersama seluruh unsur organisasi.

“Tidak ada sesuatu yang besar hanya muncul dari kebijakan. Ia muncul dari kerja kolaborasi,” tegasnya.

Para dosen didorong membangun jejaring yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan program studi dan fakultas masing-masing, tetapi juga dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, komunitas, serta berbagai lembaga lainnya.

Kolaborasi menjadi penting dalam meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, penciptaan karya seni, inovasi, serta pengembangan jejaring akademik di tingkat nasional maupun internasional.

Dosen diharapkan tidak hanya menghasilkan karya secara individual, tetapi juga mampu membangun ekosistem akademik yang mendorong lahirnya karya kolaboratif dan memberikan dampak nyata.

Data Akademik Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Sejalan dengan transformasi digital perguruan tinggi, setiap dosen juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan data dan informasi akademiknya selalu lengkap, benar, dan mutakhir.

Menurut Dr. Febri Yulika, sistem informasi perguruan tinggi tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pengelola sistem. Setiap individu perlu memiliki kesadaran untuk mengelola dan memperbarui rekam jejak akademiknya secara mandiri.

Hal tersebut penting dalam mendukung pengembangan karier dan proses kenaikan jabatan fungsional dosen. Setiap capaian, karya, publikasi, penelitian, pengabdian, dan aktivitas akademik lainnya perlu terdokumentasi dengan baik.

Karena itu, dosen diharapkan proaktif memastikan seluruh rekam jejak akademiknya tercatat secara akurat dan dapat mendukung pengembangan karier secara berkelanjutan.

Dari Kinerja Menuju Prestasi

Pesan penting lainnya adalah perlunya perubahan orientasi dari sekadar memenuhi kewajiban menuju pencapaian prestasi.

“Jangan hanya berbicara tentang kinerja. Berbicaralah juga tentang prestasi.”

Kinerja merupakan kewajiban yang harus dipenuhi sesuai tugas dan jenjang jabatan. Sementara prestasi menunjukkan kemampuan seorang dosen memberikan nilai tambah dan kontribusi lebih bagi institusi, pengembangan ilmu pengetahuan, seni dan budaya, serta masyarakat.

Para dosen pada jenjang Asisten Ahli, Lektor, maupun Lektor Kepala diharapkan memahami tanggung jawab dan target yang melekat pada masing-masing jenjang jabatan.

Namun, pemenuhan standar tersebut hendaknya tidak menjadi titik akhir. Dosen didorong untuk terus melampaui standar melalui penelitian berkualitas, publikasi, penciptaan karya, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai capaian akademik lainnya.

Prestasi tidak lahir secara instan. Dibutuhkan perencanaan, konsistensi, dan peta jalan pengembangan karier yang jelas. Setiap dosen perlu memiliki target akademik dan profesional yang terukur dan berkelanjutan.

Pemimpin dan Sivitas Akademika Bergerak Bersama

Penguatan institusi pada akhirnya membutuhkan energi kolektif. Seorang pemimpin tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan dan kontribusi seluruh unsur organisasi.

“Seorang pemimpin tidak mungkin bekerja sendiri. Spirit dan energi organisasi lahir dari orang-orang yang berada di dalam organisasi itu sendiri.”

Karena itu, setiap dosen dan pejabat fungsional yang dilantik diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan posisi, kompetensi, dan tanggung jawab masing-masing.

Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya akademik ISI Padangpanjang: bekerja dengan integritas, berkarya dengan prestasi, tumbuh melalui kolaborasi, dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Melalui penguatan sumber daya manusia tersebut, ISI Padangpanjang terus mendorong terciptanya sivitas akademika yang unggul, adaptif terhadap perkembangan zaman, berintegritas, produktif dalam berkarya, serta mampu memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.