Padangpanjang — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang melalui tim monitoring dan evaluasi internal melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat penerima hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Monitoring ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana sekaligus mengukur capaian dan dampaknya bagi masyarakat mitra.
Pada Tahun 2026, hibah pengabdian yang dimonitor mencakup dua skema, yakni Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dengan 13 pengusul dan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dengan satu pengusul. Dengan demikian, terdapat 14 program yang menjadi objek monitoring internal ISI Padangpanjang.
Monitoring dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu 19–22 Agustus 2026 dan 25–26 Agustus 2026, dengan menjangkau 14 lokasi kegiatan yang tersebar di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Lokasi tersebut meliputi Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, dan Kota Payakumbuh.
Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan keterlaksanaan program sesuai proposal yang telah disetujui, menilai capaian luaran, mengevaluasi pemanfaatan anggaran, serta melihat dampak program terhadap masyarakat mitra.
Tim monitoring melakukan peninjauan langsung ke lokasi kegiatan, berdialog dengan pelaksana program dan mitra sasaran, serta memeriksa dokumen administrasi dan capaian luaran yang telah dihasilkan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai perkembangan masing-masing program di lapangan.

Seluruh Program Menunjukkan Perkembangan Positif
Hasil monitoring menunjukkan perkembangan yang positif pada seluruh program yang dikunjungi. Para pelaksana telah menyampaikan laporan kemajuan melalui sistem BIMA Kemendiktisaintek sesuai jadwal yang ditetapkan.
Dari sisi penggunaan anggaran, realisasi pada masing-masing kegiatan telah mencapai rata-rata 80 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai dengan rencana kerja dan tahapan kegiatan yang telah ditetapkan.
Tim reviewer perguruan tinggi yang terdiri atas Susandrajaya, S.Sn., M.Sn. dan Rahmad Washington, S.Sn., M.Sn., turut melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program. Keduanya memberikan apresiasi terhadap kinerja para pelaksana dan menilai secara umum program pengabdian melalui skema PISN dan PBM telah berjalan dengan baik serta mampu memenuhi target luaran yang dijanjikan dalam proposal.
“Sebagian besar program telah menghasilkan luaran sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Lebih dari itu, masyarakat mitra juga telah merasakan manfaat nyata dari kegiatan yang dilaksanakan, baik dalam bentuk peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, pengembangan produk kreatif, maupun pelestarian seni dan budaya lokal,” ujar tim reviewer.

Seni dan Budaya Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa program pengabdian yang dilaksanakan dosen ISI Padangpanjang turut mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan yang berbasis seni, budaya, dan kearifan lokal.
Inovasi yang dikembangkan dosen bersama masyarakat mitra dinilai mampu membuka peluang baru untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus menjaga dan memperkuat identitas budaya daerah.
Hal ini memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat di lingkungan ISI Padangpanjang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan luaran program, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui pendekatan berbasis seni, budaya, dan kearifan lokal, pengetahuan serta kompetensi akademik dosen diterapkan bersama masyarakat untuk menjawab kebutuhan dan potensi yang berkembang di lingkungan mitra.

Keberlanjutan Menjadi Perhatian
Meski menunjukkan capaian positif, tim reviewer mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari capaian luaran pada tahun pelaksanaan. Keberlanjutan dampak menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian setelah program hibah berakhir.
Karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan agar masyarakat mitra semakin mampu mengelola dan mengembangkan hasil program secara mandiri.
“Ke depan, diperlukan strategi pendampingan lanjutan agar mitra mampu mengembangkan program secara mandiri, memperluas jejaring kerja sama, serta menjaga keberlangsungan aktivitas yang telah dirintis melalui hibah pengabdian ini,” jelas tim reviewer.
Pesan tersebut menjadi catatan penting bagi pelaksana program agar hasil pengabdian tidak berhenti pada berakhirnya periode pendanaan. Sebaliknya, capaian yang telah dibangun diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan yang berkelanjutan dan semakin memperkuat kemandirian masyarakat.

Perkuat Kontribusi Perguruan Tinggi bagi Masyarakat
Secara keseluruhan, monitoring internal Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 di lingkungan ISI Padangpanjang berlangsung lancar dan menunjukkan capaian yang menggembirakan.
Hasil monitoring ini diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi peningkatan kualitas pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat pada tahun-tahun berikutnya. Evaluasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya ISI Padangpanjang untuk memastikan setiap program yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat yang terukur dan relevan bagi masyarakat.
Melalui program PISN dan PBM, ISI Padangpanjang terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat dengan menjadikan seni, budaya, inovasi, dan kearifan lokal sebagai kekuatan untuk mendorong perubahan.
Komitmen tersebut sejalan dengan semangat ISI Padangpanjang untuk menghadirkan pendidikan tinggi seni yang tidak hanya menghasilkan karya dan pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian seni budaya daerah.
