PADANGPANJANG — Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) selama dua hari, Rabu–Kamis, 26–27 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, tata kelola organisasi, manajemen seni pertunjukan, hingga membangun jejaring dan personal branding.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Padangpanjang, Dr. Irwan, M.Pd. Pembukaan turut dihadiri Wakil Dekan Fakultas Seni Pertunjukan dan para Ketua Program Studi di lingkungan FSP ISI Padangpanjang.
Kehadiran jajaran pimpinan fakultas dan program studi menunjukkan dukungan kelembagaan terhadap pengembangan kapasitas mahasiswa, khususnya dalam membangun keterampilan manajerial yang dibutuhkan mahasiswa seni untuk menghadapi dunia profesional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan opening ceremony. Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan Tari Bulek Kato Rang Mudo, karya koreografer Fattahul Anugraha, S.Sn., M.Sn., yang dibawakan oleh mahasiswa Tari Minang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars dan Himne ISI Padangpanjang, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta doa. Ketua Pelaksana LKMM, Zulfikar Rizki Ananda, S.Sn., M.Sn., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sebelum acara secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Seni Pertunjukan.
Dalam sambutannya, Dekan FSP menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi insan seni.
Mahasiswa seni, menurutnya, tidak cukup hanya memiliki kemampuan menciptakan dan menampilkan karya. Mereka juga perlu memiliki kemampuan mengelola kegiatan, membangun komunikasi, bekerja dalam tim, mengambil keputusan, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.

Perkuat Leadership dan Tata Kelola Administrasi
Memasuki agenda utama hari pertama, peserta mendapatkan materi Leadership dan Tata Kelola Administrasi yang disampaikan oleh Joko Susilo, Founder Gunung Kidul Menginspirasi, dengan moderator Nurkemala Sari, M.Pd.
Materi memberikan pemahaman mengenai kepemimpinan, komunikasi, pengambilan keputusan, kerja sama tim, serta pentingnya tata kelola administrasi dalam menjalankan organisasi maupun kegiatan kemahasiswaan.
Bagi mahasiswa seni pertunjukan, keterampilan tersebut memiliki posisi penting. Proses produksi seni melibatkan banyak unsur dan membutuhkan kemampuan mengelola sumber daya manusia, waktu, program, anggaran, hingga komunikasi dengan berbagai pihak.
Setelah sesi materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan dinamika kelompok. Melalui aktivitas ini, mahasiswa diajak membangun kekompakan, komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
Belajar Mengelola Seni Pertunjukan
Pada hari kedua, Kamis (27/8), kegiatan dilanjutkan dengan materi Manajerial Seni Pertunjukan yang disampaikan oleh Dedi Novaldi, S.Sn., M.A, dengan moderator Fattahul Anugraha, S.Sn., M.Sn.
Materi ini memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengelolaan seni pertunjukan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan pengembangan kegiatan seni.
Mahasiswa didorong untuk memahami bahwa keberhasilan sebuah pertunjukan tidak hanya ditentukan oleh kualitas artistik, tetapi juga oleh kemampuan manajemen, produksi, organisasi, promosi, komunikasi, dan pengelolaan sumber daya.
Pemahaman tersebut menjadi penting seiring berkembangnya ekosistem seni dan industri kreatif yang menuntut lulusan seni memiliki kompetensi yang lebih luas dan adaptif.
Bangun Networking dan Personal Branding
Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Haris Satria, M.Sn. sebagai pemateri dengan topik Membangun Networking dan Personal Branding Mahasiswa, didampingi moderator Mohammad Dary, S.Sn., M.Sn.
Mahasiswa diajak memahami pentingnya membangun jejaring sejak berada di bangku kuliah. Dalam ekosistem seni, jejaring dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai peluang kolaborasi, pertunjukan, pengembangan karya, komunitas, maupun dunia profesional.
Selain networking, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai personal branding. Mahasiswa didorong untuk mengenali potensi dan kompetensi diri serta mampu mengomunikasikan karya dan prestasinya secara positif, konsisten, dan profesional.

Menyiapkan Mahasiswa Seni yang Kreatif dan Berdaya Saing
Pelaksanaan LKMM FSP ISI Padangpanjang 2026 menjadi bagian dari upaya fakultas dalam menyiapkan mahasiswa yang memiliki keseimbangan antara kompetensi artistik dan kemampuan manajerial.
Keterampilan kepemimpinan, administrasi, manajemen seni pertunjukan, komunikasi, networking, dan personal branding diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem seni dan industri kreatif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pencipta karya, tetapi juga sebagai individu yang mampu mengelola gagasan, memimpin kegiatan, membangun kolaborasi, dan menciptakan peluang.
Rangkaian LKMM FSP ISI Padangpanjang 2026 ditutup pada Kamis sore dengan penutupan acara dan penyerahan plakat kepada para narasumber oleh panitia dan pimpinan Fakultas Seni Pertunjukan.
LKMM FSP ISI Padangpanjang 2026 menjadi langkah nyata dalam membentuk mahasiswa seni yang kreatif, berkarakter, adaptif, memiliki kemampuan manajerial, serta siap membangun jejaring dan berkontribusi di tengah perkembangan ekosistem seni dan industri kreatif.
