KERJASAMA DENGAN UNILAK, ISI PADANGPANJANG GELAR EKSPEDISI PENELITIAN SAKAI

Padangpanjang– Ekspedisi Suku Sakai di pedalaman Riau menjadi program baru para peneliti dari ISI Padangpanjang. Bersama akademisi dari Universitas Lancang Kuning Riau kegiatan ekspedisi penelitian berlangsung sejak Senin (4/11), ke Kabupaten Bengkalis di mana suku Sakai masih mudah ditemui.

Dr. Asril Muchtar, salah seorang peneliti dari ISI Padangpanjang mengatakan, ekspedisi penelitian budaya ini akan berlangsung selama 1 minggu. “Kami akan lebih banyak melihat ritual budaya, tari-tarian, musik serta jika ada juga akan memperhatikan seni rupanya,” katanya. Tantangan di lapangan memang akan sangat menyulitkan, mengingat hutan Bengkalis terkenal dengan medannya yang berat. Belum lagi mengingat kondisi cuaca yang sering diwarnai hujan. Namun Asril yakin, timnya dapat melakukan perjalanan tepat waktu.

Penelitian ini sebelumnya sudah kita ancang sejak 4 bulan lalu. Proposal dan berbagai persiapan awal telah kita matangkan. Dalam proses observasi ini, kita harus pastikan bahwa data yang dibutuhkan bisa didapatkan selengkap mungkin,” katanya.

Dr. Martarosa sebagai salah seorang peneliti yang terlibat mengatakan, tujuan penelitian ini adalah untuk menghadirkan referensi ilmiah yang lebih lengkap tentang apa dan bagaimana budaya masyarakat suku Sakai. “Semoga dengan adanya referensi ini akan memperluas wawasan masyarakat tentang kondisi kultural masyarakat suku Sakai sebagai bagian dari saudara sebangsa kita,” katanya. Selain itu, diharapkan referensi ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dalam membangun pariwisata Riau, terkait seni dan kebudayaan suku Sakai.

Rektor ISI Padangpanjang, Prof. Novesar Jamarun mengatakan kegiatan penelitian sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi selama ini kerap hanya dilaksanakan oleh ISI Padangpanjang sendiri, tanpa adanya kolaborasi. “Kali ini kita coba untuk berkolaborasi dengan kampus lain. Kebetulan karena Riau tidak terlalu jauh, kami masih mungkin mengirim peneliti untuk bekerjasama dengan peneliti di sana. Ke depan, makin lama akan makin banyak perguruan tinggi yang akan kita ajak berkolaborasi. Jauh atau tidak, nanti tidak akan menjadi masalah lagi,” sebutnya. (rilis)