JEPANG DAN PERANCIS DITARGET JADI DESTINASI BARU KERJASAMA ISI

Padang Panjang–Tahun 2020 mendatang tampaknya akan menjadi tahun go internasional bagi ISI Padang Panjang. Banyak target kerjasama luar negeri yang akan dikejar agar dapat terealisasi. Hal ini disampaikan rektor ISI Padang Panjang dalam sejumlah kesempatan belakangan. Pada saat kuliah umum bagi mahasiswa baru tahun 2019 lalu misalnya, rektor menegaskan bahwa Jepang adalah salah satu target pencapaian kerjasama. Nama negara ini disebut-sebut sebagai destinasi pengiriman karya mahasiswa dan dosen setelah sebelumnya Perancis serta Australia turut dalam “target” Prof Novesar Jamarun (rektor-red).

Ditemui kemarin, rektor membenarkan bahwa pihaknya sedang menarget negara-negara baru yang sebelumnya belum pernah tersentuh kerjasama. “Kita sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak di China, Thailand, Filipina, Malaysia, India, Belanda dan Amerika. Negara-negara tersebut sudah dapat dikatakan sebagai “wilayah jelajah tetap”-nya karya-karya civitas akademika ISI Padang Panjang,” katanya. Untuk negara-negara seperti ini rektor menarget kerjasama akan dikembangkan ke arah peningkatan SDM, seperti dengan mengirim para dosen untuk kuliah S3 di sana.

“Namun kita perlu juga mencari negara-negara baru yang kemungkinan akan potensial sebagai pasar bagi karya-karya mahasiswa maupun dosen. Karena itu, kami mencoba menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak agar kita dapat mempromosikan lebih banyak lagi karya ke depannya. Hal ini tentu akan meningkatkan motivasi berkarya bagi dosen dan mahasiswa” sebutnya. Diakui rektor, kerjasama di bidang kekaryaan dapat berjalan dengan baik berkat dukungan yang besar dari kedutaan Indonesia di negara-negara tersebut.

“Pada masa awal-awal kedatangan kita ke negara-negara itu dulu, itu sebagiannya atas undangan kedutaan. Lalu, kita mulai punya partner selain kedutaan,” sebutnya. Selain kedutaan, tidak sedikit pula lembaga maupun pribadi yang tertarik untuk mempromosikan langsung karya dari ISI Padang Panjang untuk mendapat pasar di luar negeri. Hal ini contohnya kerjasama dengan China. “Hingga kini, sejumlah festival seni seperti di China, itu sudah rutin mengundang kita,” sebut rektor.

Tahun 2020 Kerjasama akan diarahkan untuk terjalin dengan perguruan-perguruan tinggi seni maupun non seni di negara yang sudah maupun akan “dijelajahi”. “Kita ingin terkoneksi dengan perguruan-perguruan tinggi di luar negeri supaya peluang para dosen dan alumni kita untuk menempuh pendidikan lanjutan disana menjadi lebih besar. Dan tentu saja, banyak hal terkait kekaryaan dan penelitian yang dapat kita kerjasamakan nantinya,” sebut rektor.

Untuk tujuan ini rektor menggandeng sejumlah pihak, misalnya dengan organisasi ACIKITA yang berpusat di Jepang. “Kita juga akan berupaya berkomunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi asing, pihak kuratorial karya pada sejumlah festival, seniman-seniman di negara yang akan dituju dan pihak-pihak lainnya yang dirasa perlu,” katanya. (Fadhli/Humas-Pusindok)