ISI PP BAGI QURBAN KE 350 penerima.

Padang Panjang— Dalam rangka hari Raya Idul Adha 1440, masjid Al Azhar ISI Padang Panjang berhasil mengumpulkan sapi qurban sebanyak 5 ekor. Penyembelihan dilaksanakan Senin (12/8) di komplek kampus Jl Bahder Johan. Mulyadi, sekretaris pengurus masjid mengatakan, jumnlah hewan yang dipotong hari itu merupakan hasil sumbangan dari 35 orang jamaah. “Notabene sebagian besar jamaah ini adalah civitas akademika ISI Padang Panjang juga,” katanya.

Diterangkan, ini adalah untuk yang ke 4 kalinya pengurus dan jamaah masjid Al Azhar ISI Padangpanjang melaksanakan qurban. “jumlahnya tiap tahun memang sangat fluktuatif. Tapi alhamdulillah, selalu memuaskan,” katanya. Dari 5 sapi yang dipotong, ditargetkan dapat dibagi ke 350 orang penerima.

Rektor ISI Padangpanjang Prof Novesar Jamarun mengatakan, ibadah qurban adalah agenda yang tidak pernah luput dari perhatian civitas akademika. “Kami berharap dengan adanya pelaksanaan qurban di kampus ini, hubungan dengan masyarakat sekitar menjadi semakin baik. Sebab, eksistensi sebuah kampus juga sangat tergantung dari dukungan masyarakat di sekelilingnya,” katanya.

Selain ibadah qurban, kata rektor, zakat dan infaq juga rutin disalurkan dari kampus perguruan tinggi seni negeri pertama di pulau Sumatera ini. “Idul Fitri lalu alhamdulillah hasil akumulasi infaq, sedekah dan zakat kita mencapai Rp 120 juta. Dan itu sudah kita salurkan, termasuk kepada kaum duafa yang ada di kawasan sekitaran kampus kita,” sebutnya.

Kepada jajaran civitas akademika ISI Padangpanjang, rektor berharap agar ibadah-ibadah yang berkaitan dengan sosial seperti qurban ini menjadi perhatian bersama. “Sebagai sebuah institusi yang membangun karakter manusia, tentu kita dulu yang harus menunjukkan karakter pribadi yang unggul. Lewat ibadah qurban, kita dapat membuktikan sejauh mana keunggulan tersebut, karena ibadah ini terkait dengan kemauan untuk berbagi dengan sesama. Sebab, Rasulullah mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” katanya.

Nilai-nilai pengorbanan yang diteladani dari nabiullah Ibrahim AS dan Ismail AS sedapatnya menjadi landasan utama dalam mengisi pembangunan. “Sebagai umat muslim, teladan para nabi dan rosul harus dapat kita jadikan sebagai pelajaran. Rela berkorban seperti halnya yang ditunjukkan oleh nabi Ibrahim dan Ismail adalah modal besar untuk mencapai cita-cita membangun bangsa yang madani,” katanya. (Fadhli/Humas-Pusindok)