ISI PADANGPANJANG MERIAHKAN FESTIVAL KERINCI

Kerinci—Festival danau kerinci yang kini berubah namanya menjadi festival kerinci kembali mendatangkan tim ISI Padangpanjang untuk menyuguhkan pertunjukan di tengah masyarakat dan pengunjung event tersebut. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini ISI Padangpanjang tampil dua kali di dua tempat terpisah. Hal ini lantaran Festival kerinci sendiri sudah berkembang konsepnya dari yang semula hanya dilaksanakan di satu titik saja, menjadi 3 titik pada tahun ini.

ISI Padangpanjang sendiri tampil di lokasi Festival Kopi dan sentra promosi Kerinci.

Rektor ISI Padangpanjang Prof Novesar Jamarun saat mendatangi Festival tersebut beberapa waktu lalu mengatakan bahwa paket tari dan musik yang didatangkan tersebut lebih istimewa dari sebelumnya. “Kali ini ISI Padangpanjang mendatangkan paket tari dan musik yang sudah pernah ditampilkan di Paris. Ini bukti bahwa kita sangat mengapresiasi undangan dari pemerintah daerah Kabupaten Kerinci. Sehingga apa yang pernah kita siapkan untuk pentas di luar negeri, kita usung kesini,” sebut rektor.

Menurutnya pula, kegiatan seperti in disamping untuk mengasah kemampuan para mahasiswa dan dosen, juga sebagai ajang promosi kampus seni tertua di pulau sumatera tersebut. “Disamping membawa tim seni pertunjukan, ISI Padangpanjang juga membuka stand untuk mempromosikan diri kepada para pengunjung,” sebutnya.

Nofrial, salah seorang dosen penanggung jawab stand ISI Padangpanjang mengatakan, keberadaan kampus seni tersebut di tengah ajang promosi Kabupaten Kerinci mendapat sambutan hangat, baik dari masyarakat maupun para alumni. “Alhamdulillah disini kita punya banyak alumni yang membantu, bukan hanya dalam proses pembangunan stand tetapi juga saat mengkomunikasikan apa yang kita pamerkan disini dengan para pengunjung kita,” katanya.

Disamping dosen, pada stand yang berada di lokasi strategis itu juga ditugaskan 5 orang mahasiswa, dimana dua diantaranya adalah putra kerinci sendiri. Sejumlah produk kerajinan kriya tekstil, kayu ditampilkan di stand ISI Padangpanjang, disamping film yang diputarkan pada salah satu dari dua tenda yang tersedia. (Fadhli)