ISI PADANGPANJANG JADI ZONA BERSIH DARI KORUPSI

Rektor : Jadikan Anti Korupsi Sebagai Budaya

Padangpanjang–Sejak kepemimpinan periode pertama hingga ke-2 Prof. Novesar Jamarun di ISI Padangpanjang, kampus perguruan tinggi seni negeri pertama di pulau Sumatera itu kian bersih dari tindak korupsi. Tak salah jika kini Kementerian Ristek-Dikti mempercayai ISI Padangpanjang sebagai Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi/ Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Rabu (14/8) pencanangan pembangunan Zona Integritas tersebut diresmikan langsung oleh rektor ISI Padangpanjang, Prof. Novesar Jamarun. Acara dilaksanakan disela pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi angkatan 2019.

“Dengan dicanangkannya kampus kita sebagai Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi/ Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani ini berarti tingkat kepercayaan pemerintah, dalam hal ini Kementrian Ristek-Dikti semakin kuat terhadap kebersihan pengelolaan kampus ini. Ini adalah sebuah prestasi sekaligus tantangan bagi kita, bagaimana mempertahankan agar setiap sektor kerja betul-betul taat hukum,” katanya. Rektor menghaturkan terimakasih pula kepada berbagai instansi penegak hukum yang selama ini turut mendorong terciptanya ekosistem bersih dari korupsi di kampusnya. “Kita senantiasa menggandeng pihak kejaksaan dan kepolisian dalam berkonsultasi dan mengawasi program-program dan berbagai pembangunan,sehingga jajaran kampus benar-benar menyadari pentingnya ketaatan terhadap hukum, terkait dengan penggunaan uang negara. Untuk itu kami berterimakasih banyak kepada Kejari Padangpanjang, Kejati Sumbar, Polres Padangpanjang, serta Polda Sumbar yang terus memberi kita support dalam penciptaan ekosistem bersih yang dimaksud,” katanya.

Kepada civitas akademika, khususnya para pejabat dan pengelola keuangan agar menjadikan pencanangan ini sebagai gerakan yang secara sungguh-sungguh dilaksanakan dalam berbagai urusan pekerjaan yang berkaitan dengan keuangan negara. “Ini perguruan tinggi negeri. Artinya, kita tidak bisa terlepas dari sokongan anggaran dari negara. Tentu saja, pengawasan terhadap kita akan sangat ketat dalam tiap urusan. Tapi itu jangan dijadikan sebagai beban. Jadikanlah taat hukum sebagai budaya kerja kita sehari-hari,” sebut akademisi asal Sijunjung ini.

Terkait selogan bersih melayani, rektor juga menekankan agar setiap jajaran benar-benar menerapkan prinsip profesionalitas yang berlandaskan pada nilai dan norma yang dianut, terutama nilai dan norma agama. “Agama Islam sudah mengajarkan kita agar senantiasa ikhlas dalam melakukan pekerjaan yang baik. Kalau tidak ikhlas, maka kita akan mudah tergoda untuk memikirkan keuntungan diri pribadi semata. Selanjutnya, hilanglah prinsip dasar pelayanan, dan timbullah hasrat untuk korupsi, hingga ujung-ujungnya rusaklah profesionalitas kita” katanya.

Untuk ke depannya, rektor berencana akan semakin banyak menggelar berbagai pelatihan pengelolaan keuangan yang bersih dan profesional, pengenalan hukum kepada setiap jajaran civitas akademika, serta pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan berbagai proyek. “Insyaallah tahun ini kita sudah melaksanakan sejumlah pembangunan dan ke depan akan semakin banyak lagi pembangunan yang didukung pusat. Ini akan jadi perhatian serius bagi kami selaku pimpinan,” katanya. (Fadhli/Humas-Pusindok)