ISI PADANG PANJANG GELAR PELATIHAN BATIK UNTUK SISWA SLB

Padang Panjang– ISI Padang Panjang kembali menunjukkan bakti kepada masyarakat lewat program yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen. Melalui program Hibah Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Dikti, tim yang dimotori Dini Yanuarmi,S.Sn.,M.Sn, Yunis Muler, S.Sn.,M.Sn, Widdiyanti,  S.Sn.,M.Sn dan tiga orang mahasiswi menerapkan kegiatan di SLB N 1 Ampek Angkek, Kabupaten agam sejak Juli lalu.

Dini Yanuarmi mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memperkenalkan industri kreatif berbasis batik sejak dini kepada para siswa dan siswi SLB tingkat SD, SLTP dan SMA. “Kami sengaja memilih siswa LB sebagai peserta pelatihan, sekaligus mitra kerja untuk memberdayakan mereka, dan memperkenalkan dunia kreatif secara lebih seksama kepada mereka. Diharapkan dengan kegiatan ini mereka dapat berdaya dengan menghasilkan produk ekonomis yang diminati pasar,” sebutnya.

Proses batik yang diperkenalkan kepada para siswa SLB sama sekali tidak sulit tetapi malah menyenangkan. Hal ini tampak dari antusiasnya para peserta pada setiap tahapan pelatihan. “Kami mengajarkan batik teknik cap dan tulis. Dari kegiatan yang sudah berjalan, hasilnya langsung kelihatan. mereka sangat potensial sehingga ini dapat mereka teruskan setelah pelatihan nanti selesai,” katanya.

Tahapan pelatihan sama sekali tidak berat. Awalnya adalah tahapan membuat desain motif, kemudian membuat cap dari karton, membatik teknik cap dan tulis serta pewarnaan. “Dalam proses pelatihan ini kami juga melihat para mahasiswa sudah mulai cakap dalam berbagi pengetahuan serta keahliannya kepada para siswa. Proses seperti ini yang sangat kami harapkan. Dimana, siswa merasakan pengalaman langsung terlibat dalam sebuah program pelatihan. Diharapkan, ketika mereka tamat nanti, juga dapat membangun ekosistem industri kreatif yang baik di kampung halamannya, salah satunya dengan berbagi ilmu dengan masyarakat,” katanya.

Rektor ISI Padang Panjang Prof Novesar Jamarun mengatakan, program-program yang bersentuhan dengan masyarakat akan turut memperkenalkan ISI Padang Panjang secara lebih luas dan lebih baik. “Masyarakat dapat merasakan langsung dampak dari kegiatan semacam ini. Sehingga kita berharap, mereka juga turut mendukung apabila nantinya ada diantara anak atau kemenakan mereka yang tertarik untuk masuk ke ISI padang Panjang. Sebab, para orangtua sudah melihat sendiri hasil kerja mahasiswa dan dosen kita,’ katanya.

Kepada para mahasiswa, rektor berharap agar program-program seperti PKM ini ke depannya semakin dilirik untuk diikuti. “Program seperti ini adalah ajang untuk membuktikan kemampuan kita dalam mengelola atau memenej sebuah kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Apalagi kalau programnya berbentuk pelatihan, tentu ini akan menjadi momen bagi para mahasiswa untuk merasakan langsung pengalaman berbagi ilmu di lapangan,” katanya. (Fadhli-Pusindok)