Hadiri Aniversary Pascasarjana ISI PP, Hilmar Disuguhi Debus Mahasiswi

Padangpanjang— Selasa (4/9) menjadi hari bersejarah bagi Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, khususnya Program Pascasarjana kampus biru tersebut. Hari itu, anniversary ke 10 tahun lembaga penghasil magister seni diperingati dengan sangat meriah. Tak tanggung-tanggung, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid didapuk untuk membuka acara setelah sebelumnya menjadi pembicara kuliah umum.

Hilmar mengaku sangat antusias melihat apa yang disuguhkan oleh para mahasiswa Pascasarjana, baik berupa pertunjukan maupun pameran. “Kami melihat potensi luar biasa. Kita semua harus dengan bangga mengatakan bahwa kita adalah orang seni. Karena apa yang ditampilkan hari ini telah cukup untuk membuktikan betapa kuatnya potensi kita,” sebut Hilmar disela kuliah umum.

Sebelum membuka acara anniversary Hilmar disuguhi pertunjukan musik, silat dan tari-tarian. Menariknya, di bagian silat, dua orang wanita yang menjadi performer menampilkan kebolehan mereka bermain debus. Sebuah batang besi baja ditusukkan ke leher keduanya. Lalu mereka bergerak saling mendekat sampai akhirnya berpelukan sehingga batang besi tadi bengkok sempurna.

Hilmar sampai tercengang-cengang, memberikan applause berkali-kali dan mengabadikan pertunjukan itu dan pertunjukan tari setelahnya dengan menggunakan pesawat telfon genggam. Usai peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita balon, kunjungan Hilmar dilanjutkan untuk menyaksikan pameran di loby  Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam dan Gedung Nusantara.

Terkait dengan kondisi ruang pamer seni rupa yang seadanya, Hilmar kembali menukil apa yang ia sampaikan pada kuliah umum. Bahwa, Hilmar telah berjanji untuk turut mendorong agar Kemenristek Dikti membangunkan sebuah gedung gallery representative di ISI Padangpanjang. Ruang pamer yang ia kunjungi hari itu secara interiornya sudah cukup sebagai modal untuk membangun gedung gallery sesungguhnya. “Kita bikin aja tataannya nanti seperti ini. Ini sudah bagus bisa menyulap loby jadi ruang pameran. Semoga nanti pihak Kemenristek benar-benar membangun gallery untuk ISI Padangpanjang,” katanya.

Kedatangan Hilmar Farid di ISI Padangpanjang benar-benar menjadi penggugah bagi segenap civitas akademika. “Pak Hilmar pernah kita undang setahun lalu. Dan baru tahun ini beliau menyempatkan diri untuk datang. Sungguh ini membuat kami bangga sekaligus senang,” sebut Pimpinan program Pascasarjana ISI Padangpanjang Dr. Susasrita Loravianti, S.Sn., M.Sn.

Rektor ISI Padangpanjang Prof Novesar Jamarun menghaturkan terimakasih atas kesediaan Hilmar Farid untuk datang ke ISI Padangpanjang dan memberikan kuliah umum. ‘” Apa yang beliau paparkan tentang tata kelola kebudayaan yang di dalamnya juga dipaparkan tentang posisi ISI Padangpanjang pada tata kelola itu sangatlah penting bagi pembangunan visi bersama oleh para civitas akademika kampus ISI Padangpanjang. Apalagi beliau juga memberikan motivasi-motivasi yang sangat kuat agar para mahasiswa kita tidak lagi ragu menghadapi masa depan seni yang gemilang,” katanya.  (Fadhli)