Dirjen Kebudayaan Dukung Seni Rupa ISI PP

Hilmar Janji Bicara Ke Ristek-Dikti Terkait Galeri

Padangpanjang— Dirjen Kebudayaan Hilmar farid mendorong pihak rektorat ISI Padangpanjang untuk mengajukan permintaan pembangunan gedung pameran atau gallery kepada Kemenristek Dikti karena menilai kebutuhan terhadap itu memang sudah sepantasnya dipenuhi. Hal itu ia sampaikan ketika memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika ISI Padangpanjang selasa (4/9).

Ditengah penjelasan mengenai bagan atau siklus pengelolaan kesenian, Hilmar menjelaskan tentang proses produksi. “Nah untuk seni rupa pada proses ini diperlukan tenaga-tenaga yang harus kompeten dan tidak sederhana pekerjaannya. Misalnya untuk urusan pameran. Tadi disampaikan kepada saya bahwa ISI Padangpanjang belum memiliki gedung pameran sendiri. Kalau mau pameran terpaksa di selasar-selasar. Saya kira sudah waktunya sekarang pihak rektorat mengajukan pembangunan gallery yang representative kepada pihak Kemenristek Dikti, nanti saya bantu,” kata Hilmar. Sambil bercanda, Hilmar mengatakan bahwa bantuan yang ia maksud adalah do’a. “Nanti saya bantu pakai do’a” katanya disambut tawa hadirin.

“Tidak, selain do’a tentu saya akan turut bicara pada dirjen terkait di Kemenristek Dikti,” katanya mengulas. Hilmar melanjutkan bahwa sekarang, melalui undang-undang tata kelola kebudayaan sudah ada pula format yang baru untuk memperjelas letak kesenian itu di tengah kehidupan masyarakat. “Dulunya kesenian itu dianggap sebagai wadah pembangun jati diri serta Pembina mental agar kuat menghadapi berbagai pengaruh (negative) dari luar,” sebutnya. Namun, sekarang dalam format yang baru kesenian juga dapat berkontribusi bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, saat ini sekitar 8,5 persen dari kegiatan ekonomi di dunia berbasiskan pada pemanfaatan seni dan kreatifitas. “Dalam pemanfaatan inilah diperlukan tempat-tempat seperti ruang pameran seperti gallery yang saya maksud tadi,” katanya.

Sebelum menutup ceramah umum hari itu, rektor menyambut baik dukungan dari Hilmar agar ISI padangpanjang memiliki gedung pameran atau gelary sendiri. “Kami sangat berterimakasih jika Pak Hilmar mau membantu berkomunikasi dengan Kementerian agar ISI Padangpanjang memiliki gedung yang memang sudah lama dinantikan tersebut,” sebutnya. Sambil berkelakar pula, rektor berharap Hilmar menyediakan waktu untuk kembali berkunjung ke ISI Padangpanjang pada kesempatan lain dengan sekaligus membawa “oleh-oleh”. Hadirin mengartikan oleh-oleh yang dimaksud rektor sebagai kepastian pembangunan gallery dimaksud. (Fadhli)