Closing Ceremony Dies Natalis Institut Seni Indonesia Padangpanjang ke 52

Bertahap dengan pasti, ISI Padangpanjang dengan visi mewujudkan seniman dan ilmuwan seni menuju melayu Nusantara pada 2030, secara berkelanjutan berusaha memberikan progres yang baik dalam pencapaiannya.

Melalui momentum Dies Natalis ke 52 yang digelar hampir sebulan, Rektor ISI Padangpanjang Prof Dr Novesar Jamarun MS mengaku memberikan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memotivasi seluruh civitas akademika untuk selalu bekerja ikhlas dan tulus. Menekankan memberikan pelayanan prima dan inovatif guna menjadikan lembaga yang unggul dan mampu bersaing dengan Perguruan Tinggi lainnya di Indonesia serta internasional.

Tiga tahun kepemimpinan di kampus seni tersebut, secara bertahap peningkatan kualitas tenaga pendidik selalu dilanjutkan sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Hingga saat ini disebutkan Novesar, ISI Padangpanjang memiliki kualifikasi tenaga pendidik S-1, S-2 dan S-3. Tenaga pendidik yang berpendidikan S-2 sebanyak 197 orang dan S-3 sebanyak 24 orang. Sementara yang tengah melanjutkan S-3 berjumlah 23 orang.

“Menyikapi tantangan dengan tumbuhkembangnya ISI hingga seperti sekarang, kami berupaya maksimal melakukan pembenahan SDM tenaga pendidik dan infrastruktur. Salah satunya dengan menargetkan pengembangan kampus ke Padangpariaman, Februari mendatang dengan penyerahan langsung oleh Presiden RI kepada Kementerian Riset Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti),” tutur Novesar usai closing ceremony Dies Natalis, Jumat (22/12) kemarin pagi.

Selain kualitas tenaga pendidik, tumbuhkembangnya ISI Padangpanjang di usia setengah abad lebih ini juga dibanjiri raihan prestasi. Khususnya di tiga tahun belakangan, ISI mampu mencatatkan 7 prestasi dan penghargaan yang membanggakan. Di antaranya anugerah For Its Achiefement Of Indonesian School Callenges Award pada April 2015 dan diikuti raihan peringkat kampus terbaik ke-172 dari 4 ribuan lebih perguruan tinggi di Indonesia, versi Kemenristekdikti tahun 2016.

“Kemudian ada juga penghargaan dari Indonesian Most Admired School Awards di 2016 dan sertifikat lencana emas lainnya pada April 2017 kemarin. Selain itu dengan semangat kebersamaan yang selalu kita tanamkan, ISI juga mendapatkan penghargaan di bidang bakti pendidikan oleh Menko PMK Puan Maharani, penghargaan dari Yayasan Posdaya dan anugerah atas Jasa Kesinambungan Seni Warisan dan Budaya oleh Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr Rais Yatim (Penasehat Sosial Budaya Kerajaan Malaysia,” ungkap Novesar.

Terus Meningkat

Kerja ikhlas dan tulus yang terbangun di internal civitas akademika ISI Padangpanjang, kampus seni tersebut tidak hanya melejit di bidang prestasi dan prestise. Namun dari sisi kualitas dan kuantitas kampus juga menunjukkan trend meningkat secara berkesinambungan.

Berbagai upaya yang dilakukan untuk peningkatan jumlah mahasiswa dan daya minat masuk ke ISI Padangpanjang, mampu mencapai angka 75 persen. Penerimaan yang semula bersifat mandiri, juga dikembangkan bergabung dengan beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia. Demikian juga di sisi kualitas perguruan, ISI Padangpanjang di tahun 2017 ini berhasil meraih nilai B untuk akreditasi institusi dan program studi dari BAN-PT.

“Di tahun 2017 ini, kita juga mendapatkan izin membuka Prodi Antroplogi Budaya dan Pendidikan Kriya. Selain itu juga ada dua tahap sertifikasi dosen, yakni tahap pertama 1 orang dan tahap ke dua 6 orang. Kemudian asesor beban kerja dosen 51 orang, serta ISI Padangpanjang juga merupakan Perguruan Tinggi Seni terbaik dalam pengabdian masyarakat,” jelasnya.

Selain program sarjana, ISI Padangpanjang yang juga memiliki program pascasarjana dengan Akreditasi B, dengan jumlah mahasiswa yang terdaftar pada tahun akademik 2017/2018 ini mencapai sebanyak 209 orang dari berbagai perguruan tinggi seni di Indonesia. “Sampai saat ini, Pascasarjana ISI Padangpanjang telah menamatkan sebanyak 223 orang dan telah bekerja di berbagai instansi pemerintahan,” ucap Novesar.

Menyandang predikat sebagai perguruan tinggi seni terbaik, ISI Padangpanjang juga mencatatkan sejumlah keberhasilan. Di antaranya capaian di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang mencapai 21 judul dengan dana sebesar Rp2,4 miliar di tahun 2017 ini.

“Capaian tersebut menjadikan Lembaga Penelitian ISI Padangpanjang berada pada Cluster Madya dan dalam bidang pengabdian masyarakat, kampus ini masuk dalam cluster Sangat Bagus pada peringkat 57 versi Ristekdikti. Sementara sisi kemahasiswaan, geliat mereka telah terlihat di skala nasional seperti lulus Kompetensi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) dan prestasi nasional lainnya,” ungkap Novesar.

Pada kesempatan yang sama, Novesar menyebut tumbuhkembangnya ISI Padangpanjang juga terlihat dengan sejak 2014 melalui jalinan kerjasama dengan kabupaten dan kota, serta berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. “Seiring hal tersebut, yang menjadi fokus ke depan yakni pengembangan kampus. Dengan luas yang ada saat ini lebih kurang 6,3 hektar, tentu tidak cukup untuk melakukan pengembangan kampus dalam berbagai bidang,” pungkas Novesar.