Bidang Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat Kian Bertaji

ISI Padangpanjang kian menunjukkan tajinya di bidang penelitian, pengabdian pada masyarakat dan penciptaan karya seni. Tahun 2018 ini, sejumlah program berhasil diraih para dosen sebagai indikasi bahwa tridharma perguruan tinggi terlaksana secara komplit di perguruan tinggi seni tertua di pulau Sumatera ini. Kepala LPPMPP Dr. Febri Yulika mengatakan peningkatan tersebut terjadi berkat gairah penelitian, pengabdian dan penciptaan karya seni yang juga semakin baik di kalangan dosen. “Saat ini Alhamdulillah kita sudah masuk pada klaster PPM peringkat ke 2 atau sangat bagus. Untuk perguruan tinggi seni, ISI Padangpanjang berada pada posisi teratas,” katanya. Ditambahkan, posisi tersebut sangat menguntungkan bagi perkembangan ISI Padangpanjang pada bidang penelitian, pengabdian dan penciptaan selama 2 tahun teakhir.

Untuk program Penelitian Desentralisasi dan Kompetitif Nasional Kemenristek-Dikti 2018, ISI Padangpanjang meraup 29 program. Dari angka tersebut terdapat 2 penelitian Disertasi Doktor, 5 Penelitian Dosen Pemula, 2 penelitian terapan Unggulan Perguruan tinggi, 2 Penelitian Berbasis Komeptensi, 8 Penelitian Strategis Nasional Institusi, dan 10 Penelitian Penciptaan dan Penyajian Seni.

“Jumlah bantuan pendanaan untuk tiap program  ini berkisar antara Rp 17 jutaan hingga 180 jutaan,” katanya. Satu hal yang menjadi catatan penting disini, sebaran kawasan penelitian dan atau penciptaan  juga sudah kian luas. “Disini kita menerima proposal yang lokasi pelaksanaannya sangat beragam. Ada yang di seputaran Sumbar, tetapi juga ada yang dilaksanakan di Provinsi Jambi, riau dan Sumatera Utara,” terang Dr Febri Yulika.

Sementara, untuk program Pengabdian Kemenristek Dikti, tahun 2018 ini berhasil diraup 4 program. Program-program tersebut meliputi Pengabdian 1 (satu) Program Hi-Link, dua Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat, dan 1 (satu) Pengabdian KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat. “Alhamdulillah sampai sekarang berbagai program pengabdian yang kita jalankan selalu berlangsung dengna baik dan mendapat animo positif dari masyarakat. Bahkan sudah ada program yang terus menerus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat serta turut meningkatkan perekonomian mereka,” kata Febri.

Untuk penelitian didanai oleh DIPA, minat para akademisi ISI Padangpanjang juga terus meningkat. Tahun ini untuk penelitian berbasis prodi, dilaksanakan untuk 10 judul  proposal. Sementara, penelitian Dosen Pemula meloloskan 5 proposal. Untuk karya seni, kategori penciptaan yang didanai oleh DIPA ISI Padangpanjang terdapat 6 judul karya. Terakhir, untuk program Pengabdian Pada Masyarakat yang didanai dari sumber ini meloloskan 10 judul kegiatan.

Dikatakan pula, program pengabdian yang rata-rata berkutat soal pengembangan industry kreatif bagi masyarakat sangat sesuai dengan perkembangan zaman dan program-program pemerintah setempat dimana program dilaksanakan. “jadi tiap program kita bisa dikombinasikan dengan program lain yang dilaksanakan pemerintah local . Alhasil, pelaksanaan tiap programpun semakin mantap berkat perhatian yang baik dari aparatur setempat,” sebutnya.

Rektor ISI Padangpanjang Prof Novesar Jamarun mengatakan, kegiatan penelitian, penciptaan seni dan pengabdian pada masyarakat memang senantiasa di genjot sehingga motivasi para dosen untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut juga semakin meningkat. Ia juga berterimakasih kepada pihak Kemenristek Dikti yang memberikan kepercayaan yang semakin besar kepada civitas akademika di perguruan yang ia pimpin untuk mengemban amanah bangsa melakukan penelitian, pengabdian dan penciptaan karya seni. “ISI Padangpanjang memang sudah seharusnya memposisikan diri seperti ini. Menjadi sentra pendataan terhadap kekayaan seni-budaya. Sekaligus menjadi penggerak pengembangan industry kreatif di tengah masyarakat,” katanya.

Rektor berharap agar seluruh dosen dapat semakin meningkatkan cakrawala pemikiran agar inovasi-inovasi penelitian, penciptaan dan pengabdian yang baru dapat dilahirkan. “Sebagai perguruan tinggi tentu saja ISI Padangpanjang mengembang tridharma perguruan tinggi. Pendidikan sudah kita jalankan dan akan terus kita tingkatkan kualitasnya. Sementara dua item tridharma lainnya yakni pengabdian dan penelitian juga harus terus kita pacu. Ini semua akan bermuara pada peningkatan pemeringkatan ISI Padangpanjang yang saat ini sudah berada di level 86 dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia,” sebutnya.

Khusus tentang pengabdian pada masyarakat, Rektor berharap peran serta dan dukungan pemerintah daerah dapat semakin ditingkatkan dimasa yang akan datang. “Program penelitian, penciptaan dan pengabdian pada masyarakat ini semuanya dipersembahkan bagi pembangunan dunia seni budaya di setiap kawasan pelaksanaannya.  Pembangunan seni budaya akan berimpilkasi pada pembangunan kepariwisataan dan industry kreatif. Apabila pemerintah daerah dapat memberi ruang sinergi yang saling menyokong dengan para akademisi ISI Padangpanjang maka tujuan-tujuan pembangunan tersebut akan dapat ctercapai dengan baik, “ katanya. (Fadhli)