3 Topik Kerjasama Riset Penelitian Dibahas Di ISI Padangpanjang
Sebanyak 31 orang Wakil Rektor Bidang Akademik yang tergabung dalam Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri (WR1 BKS-PTN) Wilayah Indonesia Bagian Barat , hadir di Rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, dengan membahas tiga topik sebagai objek riset konsorsium, Rabu (21/2/2018).

Ketua BKS PTN Wilayah Barat, Prof Dr Ujang Rahman mengatakan daerah yang tergabung dalam Forum WR1 BKS-PTN ini meliputi Sumatera, Bangka Belitung, Pangkal Pinang, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Tengah, serta Sulawesi Barat. Pertemuan yang dilaksanakan  oleh Forum  ini terjadi 3 kali dalam satu tahun, dengan pembahasan isu isu aktual seputar pengembangan pendidikan tinggi.

Pada pembahasan kerjasama riset penelitian ditahun 2018 ini, ada 3 topik yang dikembangkan yakni, Cassava (ubi kayu), Hutan Sosial, dan Kelautan. Dan kelanjutan dari pembahasan ini, akan dilaksanakan pertemuan Ketua Lembaga Penelitian anggota BKS  PTN Barat, di Aceh pada tanggal 23-25 Februari mendatang.

“Topik ini mendukung akselerasi pembangunan yang sesuai dengan prioritas pemerintah, jadi pertemuan di Aceh nanti akan mematangkan topik tersebut, dan akan melakukan riset. Dari hasil riset yang kita capai nanti, akan kita sumbangkan ke pemerintah, jelas Ujang Rahman.

Dengan 3 topik yang dibahas dan ditambah 1 topik Multikultural dari ISI Padangpanjang, nanti ada konsorsium riset dalam bidang tersebut dan konsorsium ini akan dilaporkan ke Kementerian Riset dan Tekhnologi pada Dirjen Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), untuk diakui sebagai konsorsium riset di Indonesia.

Hasil riset ini nantinya akan disumbangkan kepada pemerintah dan ada ending produknya, seperti untuk cassava di Sumatera Utara sudah menyumbangkan terigu, dan Universitas lampung menyumbangkan beras dari cassava.

Prof Dr Ujang Rahman berharap kepada 31 anggota PTN ini, agar terlibat dalam bidang akselerasi riset dan publikasi ilmiah tersebut, dengan sumber daya yang tersedia pada mereka masing masing. Kepada Pemerintah Ujang juga berharap dukungan penuh, karena Forum BKS PTN Barat sudah mulai bergerak dan action.

“Kita berharap dukungan dari pemerintah, baik dalam bentuk fasilitasi maupun bentuk muatan dana, sehingga apa yang menjadi program BKS PTN Barat ini bisa terwujud dengan baik, dan kita akan selalu berkreasi,” Harap Ujang Rahman.

Kasubdit Riset Dasar pada Kemenristekdikti, Adhi Indra Hermanu mengatakan Perguruan Tinggi (PT) dibagi atas klaster mandiri, utama, madya dan binaan, dengan ketimpangan dari 6 ribu PT yang ada, yang masuk klaster mandiri sekitar 30 an.

“Untuk dosen dosen binaan yang kita bina, satu dosen itu tidak boleh me-riset pada satu skema untuk selamanya, tapi akan kita batasi maksimal hanya dua kali, selanjutnya harus naik ke jenjang berikutnya dan ini akan kita evaluasi sekali 3 tahun. Saya berharap agar kerjasama antar PT semakin kuat,” ujar Adhi.

Pembantu Rektor I Bidang Akademik ISI Padangpanjang, Ediwar sangat mengapresiasi sekali atas penghargaan dan kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Forum WR1 BKS PTN Wilayah Barat ini.

ISI tergabung dalam Forum BKS PTN ini baru 2 tahun, tapi sudah banyak manfaat yang dirasakan, dalam ristek bidang penelitian saat ini ISI Padangpanjang mendapatkan hibah tertinggi pada bidang seni di Indonesia.

“ISI mendapatkan 26 penelitian, karena sering hadir pada pertemuan pertemuan dan menyampaikan persoalan kesenian dan kebudayaan. Saat ini ISI sudah mensejajarkan diri dengan puluhan PTN di wilayah Barat Indonesia ini,” jelas Ediwar.

Sumber : TopfmPadangpanjang.com