2020 PELAKSANAAN PROGRAM KAMPUS TAK BOLEH DITUNDA

Padang– 2020 ditarget menjadi tahun penuh perubahan bagi seluruh elemen aparatur di ISI Padangpanjang. Hal itu ditegaskan oleh rektor Prof. Novesar Jamarun saat memberi kata sambutan sekaligus membuka Rapat Kerja (Raker) ISI Padangpanjang tahun anggaran 2020. Dalam acara yang berlangsung di hotel Basko Premiere tersebut, rektor menjelaskan, hal-hal mendasar pada masing-masing bidang kerja harus dapat diperbaiki menghadapi tantangan kerja yang semakin hari semakin berat. “Yang utama diperhatikan dalam perbaikan kualitas kerja kita di tahun depan adalah bagaimana agar serapan anggaran kita dapat berjalan dengan maksimal,” sebutnya, Jum’at (1/11).

Untuk maksimalisasi serapan anggaran tersebut, rektor mengingatkan agar program-program yang dilaksanakan tidak ditunda-tunda. “Kalau bisa di awal tahun, harus kita laksanakan di awal tahun, kenapa harus di tunda-tunda,” katanya. Justru pelaksanaan program di akhir tahunlah yang harusnya dicegah. “saya tidak akan meng-acc kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di akhir tahun lagi,” sebut rektor.

Yang menarik, rektor juga mendorong agar bidang kemahasiswaan membuat lebih banyak lagi kegiatan di tahun depan. “Saya meminta agar tahun depan kegiatan mahasiswa kita didukung dengan lebih baik lagi. Misalnya untuk mengirim mereka pada berbagai kegiatan di luar kampus. Semakin banyak mahasiswa kita mendapat kesempatan untuk menampilkan karya atau mengikuti seminar dan lain sebagainya, itu artinya mereka makin diperhitungkan kualitasnya. Nah, tugas kita adalah mendorong agar keberangkatan mereka tidak terkendala lagi,” katanya.

Rektor menyontohkan untuk bulan Oktober 2019 saja, ia memberangkatkan 20 orang mahasiswa untuk berbagai event di luar Sumbar. Rektor juga meminta Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan untuk memperhatikan kegiatan pada organisasi-organisasi mahasiswa.

Rapat Kerja ISI Padangpanjang berlangsung pada tanggal 2 sampai dengan 4 November 2019. Peserta mencapai 40 orang, terdiri dari para pimpinan lembaga, fakultas dan program studi. Pembicara selain rektor sendiri juga mengundang dari instansi lain terkait penggunaan anggaran. (rilis)